Senin, 27 April 2026

NTT Terkini

DPRD NTT Harap Sekda Pemprov Bisa jadi Jembatan

proses seleksi Sekda Provinsi NTT saat ini sedang berlangsung. Setidaknya ada enam calon sekda yang tersisa, dari dalam pemprov maupun dari luar

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Anggota DPRD NTT Alex Take Ofong ketika diwawancarai mengenai seleksi Sekda Provinsi NTT. Ia berharap Sekda bisa menjadi jembatan antara DPRD, Pemerintah dan OPD. Selasa, (6/1/2026) di Kantor DPRD NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM KUPANG - Anggota DPRD NTT Alex Take Ofong berharap sosok yang akan menempati jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT bisa menjadi jembatan antara DPRD, pemerintah dan organisasi perangkat daerah (OPD). 

Dia mengatakan, proses seleksi Sekda Provinsi NTT saat ini sedang berlangsung. Setidaknya ada enam calon sekda yang tersisa, dari dalam pemprov maupun dari luar. 

"Kita berharap seleksi ini dilaksanakan secara profesional, mengerucut sampai ketiga nama. Memang itu kewenangan gubernur, tiga nama bisa segera keluar supaya secepatnya kita punya sekda definitif," ujarnya, Selasa (6/1/2026). 

Panitia seleksi (pansel) calon Sekda Provinsi NTT, kata dia, memiliki kompetensi untuk menentukan sosok yang menjadi nominasi dan selanjutnya diserahkan ke Gubernur NTT untuk tahapan lanjutan. 

Dari tiga nama yang dihasilkan, Gubernur NTT agar mempertimbangkan dengan berbagai aspek dari terlebih dari sisi tugas dan fungsi seorang sekda. Sebab, seorang sekda adalah ketua tim anggaran pemerintah daerah. 

"Karena itu komunikasi dengan DPRD juga sangat penting, kemampuan komunikasi, pemahaman berbagai regulasi terkait pemerintahan daerah, termasuk keuangan, dan juga dia punya leadership yang baik untuk memimpin OPD," ujarnya. 

Apalagi, target pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi NTT tahun ini cukup besar atau Rp 2,8 triliun. Sementara, capaian PAD tahun 2025 dibawa target atau hanya Rp 1,3 triliun dari Rp 1,7 triliun. Sekalipun sulit namun dengan keberadaan sekda definitif, target PAD bisa dicapai. 

Baca juga: Anggota DPRD NTT Sebut Tenggelamnya Kapal Phinisi di Labuan Bajo Kegagalan Keselamatan Transportasi

Optimisme itu, menurut Alex Ofong, sejalan dengan semangat Gubernur NTT Melki Laka Lena yang sedang melakukan penataan struktur organisasi, khususnya pejabat eselon II. Dengan begitu, semua birokrasi bisa bergerak searah. 

"Bangun komunikasi yang baik. Kita saling menghargai dalam hubungan etis kelembagaan. Konsisten dalam mengawal seluruh program yang sudah disepakati bersama," katanya. 

Dasa Cita Melki - Johni, ujar Alex Ofong, perlu dikawal dan dievaluasi secara berkala sehingga memiliki capaian. Sehingga, antara ekpektasi dan realitas tidak begitu jomplang. Sekalipun sulit mencapai kesempurnaan, paling tidak angka realisasi mendekati target harus didapat. 

Politikus NasDem itu menjelaskan, keberadaan sekda sangat penting dalam memimpin birokrasi. Ia harus memiliki pemahaman dan kepemimpinan yang cukup. Apalagi, gubernur dan wakil gubernur punya keterbatasan. 

Sekda dibutuhkan untuk mengorganisir birokrasi sehingga bisa menerjemahkan berbagai program yang direncanakan. Alex Ofong menilai, Sekda harus menghubungkan kebijakan Kepala Daerah dan pimpinan OPD. 

"Bagaimana dia mampu menjembatani keinginan gubernur, visi misi, atau kebijakannya dengan kecepatan respons OPD yang ada. Dia harus bisa menjembatani ini," katanya. 

Jika seorang sekda mampu menyambung bagian itu, pemerintahan bisa berjalan efektif. Sebaliknya, bila seorang sekda tidak mampu maka justru terjadi kepincangan. Sekda sebagai 'dapur' birokrasi sangat menentukan pelaksanaan kebijakan atau program kepala daerah. 

"Tentu dia harus memahami berbagai regulasi pemerintahan, keuangan dalam koordinasi dengan semua OPD," katanya. 

Alex Ofong menanggapi keberadaan Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi NTT sejak beberapa bulan terakhir. Ia menyebut tidak ada kesulitan yang signifikan. Karena, plh sendiri merupakan orang cukup memahami regulasi dan kemimpinan yang cukup. 

Dia berkata, seorang sekda perlu memiliki kapabilitas yang sesuai dengan kebutuhan. Paling tidak ada kemampuan, pemahaman tentang beragam regulasi hingga pengelolaan emosional, yang timbul dalam perjalanan organisasi. 

"Dia harus punya kemampuan, kapasitas yang mumpuni. Tanpa mempertimbangkan darimana dia datang. Dia mampu membangun kolaborasi yang baik dengan DPRD, Gubernur, dan OPD. Harus dimiliki seorang Sekda. Kapasitas emosional yang stabil," katanya. 

Terpisah, Sekretaris Fraksi PKB DPRD NTT Ana Waha Kolin menyebut jabatan Sekda sangat penting. Ia bertugas sebagai pengatur lalu lintas administrasi dan birokrasi Pemerintahan. 

"Saya mengharapkan Sekda itu orang yang berkompeten, berkualitas, dan tentunya mempunyai jiwa kepemimpinan tinggi," katanya. 

Dia mengatakan, jabatan Sekda menjadi paling tinggi di tingkat aparatur sipil negara atau ASN. Sehingga, seleksi Sekda tidak boleh dilakukan secara serampangan. Ana Kolin tidak mempermasalahkan jika Sekda NTT ditempati sosok dari luar pemprov. 

Baginya semua ASN yang sesuai ketentuan memiliki hak. Seleksi terbuka itu dimaksudkan agar semua ASN bisa mengambil bagian dalam proses tersebut. Ana Kolin menyebut, seleksi tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. 

"Harus dipahami kondisi ini, kita tidak bisa memaksakan situasi. Kalau masih ada Plh, kita hargai keberadaan Plh itu sampai proses seleksi Sekda definitif selesai. Regulasinya memungkinkan," ujarnya. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved