Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026

NTT Terkini 

Tim Gabungan Sidak Harga Pangan di Pasar Oebobo dan Pasar Inpres Naikoten

Sidak Pasar Oebobo dan Pasar Inpres Naikoten dipimpin oleh Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Ramaijon Purba. 

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/ YUAN LULAN
SIDAK PASAR - Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Ramaijon Purba saat sidak ke Pasar Inpres Naikoten, Kota Kupang, Rabu (31/12/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan bahan pokok di dua pasar tradisional di Kota Kupang, yakni Pasar Oebobo dan Pasar Inpres Naikoten, Rabu (31/12/2025).

Sidak dipimpin langsung oleh Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Ramaijon Purba

Turut hadir Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTT, Vivi Manafe, perwakilan Ditreskrimsus Polda NTT serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.

Sidak dimulai pukul 08.00 Wita, bertujuan memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan strategis, khususnya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta minyak goreng yang merupakan komoditas yang dipasok pemerintah.

Ramaijon Purba menjelaskan, sidak dilakukan untuk memastikan harga beras dan minyak goreng di pasar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pagi hari ini kami bersama instansi terkait melakukan monitoring perkembangan harga pangan di Pasar Oebobo dan Pasar Inpres. Fokus kami adalah beras dan minyak goreng, karena dua komoditas ini dipasok pemerintah. Kami ingin memastikan harga di pasar sesuai dengan ketentuan,” ujar Ramaijon.

Dari hasil pemantauan, Ramaijon menyebutkan harga beras SPHP di kedua pasar tersebut masih berada di bawah HET.

“Tadi kami temukan harga beras SPHP rata-rata dijual antara Rp60.000 hingga Rp65.000 per 5 kilogram dan ini masih di bawah HET. Sementara untuk minyak goreng yang dipasok Bulog harganya relatif sama, yakni Rp15.700 per liter dan tidak terlalu variatif seperti beras,” jelasnya.

Ia berharap kondisi harga tersebut dapat terus terjaga agar stabilitas pangan tetap terjamin, terutama menjelang perayaan Tahun Baru.

“Kami berharap harga ini tetap stabil. Untuk beras di luar Bulog, laporan yang kami terima juga masih sesuai dengan HET dan relatif stabil,” tambah Ramaijon.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Perdagangan Disperindag Provinsi NTT, Vivi Manafe, menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan harga bersama Satgas Pangan.

“Harapan kami, bukan hanya hari ini harga sesuai HET, tetapi seterusnya juga seperti ini. Kami bersama Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan dan jika ditemukan pelanggaran, akan langsung ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Vivi.

Di sisi lain, salah satu pedagang beras di Pasar Oebobo, Mustaqim yang akrab disapa Akbar dan telah berjualan selama lebih dari 20 tahun, mengungkapkan bahwa harga beras di pasar memang bervariasi, tergantung kondisi dan hubungan dengan pelanggan.

“Di pasar ini harga memang bervariasi. Ada yang jual Rp60.000, ada juga Rp62.000, kami biasanya jual Rp63.000. Kalau tetangga atau langganan ambil Rp60.000 juga terkadang tidak apa-apa. Yang penting tidak melewati harga HET,” ungkap Akbar.

Ia menambahkan, pedagang di pasar umumnya saling mengingatkan agar tidak menjual di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

“Kita cuma anjurkan saja teman-teman pedagang jangan lewat harga HET. Kalau di bawah HET tidak apa-apa,” pungkasnya. (uan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved