Launching Buku Prof Maxs Sanam
Kisah Cinta dan Perjalanan Prof Maxs Sanam Terungkap di Peluncuran Buku "Sang Dirigen Undana Unggul"
Hembang mengungkap bahwa setelah lulus sebagai dokter hewan, Prof. Maxs sebenarnya ingin mengabdi sebagai dosen di UGM.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Kisah Cinta dan Perjalanan Prof. Maxs Sanam Terungkap di Peluncuran Buku "Sang Dirigen Undana Unggul"
- Dalam testimoninya, istri Prof. Maxs Sanam, drh. Hembang Murni Pancasilawati Sanam mengungkap perjalanan awal Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc mulai dari kisah cinta mahasiswa hingga momen tak terlupakan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebuah kisah hidup yang hangat dan tak pernah terungkap sebelumnya mencuri perhatian dalam Peluncuran Buku Sang Dirigen Undana Unggul di Aula Redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Jumat (12/12/2025).
Dalam testimoninya, istri Prof. Maxs Sanam, drh. Hembang Murni Pancasilawati Sanam mengungkap perjalanan awal Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc mulai dari kisah cinta mahasiswa hingga momen tak terlupakan yang mengubah arah hidupnya.
Hembang mengenang awal perjumpaan mereka saat sama-sama kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc adalah senior angkatan 1983, sedangkan ia angkatan 1985.
"Saya cepat kenal bapak karena orangnya perhatian dan pintar," ujarnya.
Ia mengaku masih mengingat jelas kesan pertama yang membuatnya memperhatikan sosok itu.
Baca juga: Prof Maxs Sanam, Dari Penjual Pisang Goreng Hingga Jadi ‘Sang Dirigen’ Undana Unggul
"Bapak orang luar Jawa, rambutnya keriting, jadi saya lihat terus, kow ada orang keriting dan hitam begitu," katanya dengan tawa.
Perkenalan itu dimulai lewat kegiatan persekutuan mahasiswa Kristen di fakultas.
Hembang mengungkap bahwa setelah lulus sebagai dokter hewan, Prof. Maxs sebenarnya ingin mengabdi sebagai dosen di UGM.
Ia bahkan telah membawa berkas-berkas lamaran yang lengkap.
Namun sebuah kejadian mengejutkan terjadi ketika tasnya tertukar dengan penumpang lain. Ijazahnya ikut hilang.
"Bapak pernah cerita, mamanya ingin bapak pulang ke Kupang karena beliau anak laki-laki pertama. Bapak juga bernazar, kalau berkasnya kembali dan tidak ada yang hilang, ia akan pulang ke Kupang," ujar Hembang.
Nazar itu ditepati, dan dari situlah perjalanan akademik Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc di NTT dimulai.
Hembang menggambarkan suaminya sebagai sosok yang tenang, tidak mudah rusuh, dan selalu menjunjung etika. Karakter itu tampak jelas ketika ia maju dalam pencalonan Rektor Undana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Hembang-Murni-Pancasilawati.jpg)