Launching Buku Prof Maxs Sanam
Prof Maxs Sanam, Dari Penjual Pisang Goreng Hingga Jadi ‘Sang Dirigen’ Undana Unggul
Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, juga mengatakan peluncuran buku ini sebagai dokumentasi penting untuk generasi Undana.
Ringkasan Berita:
- Launching dan bedah buku Sang Dirigen Undana Unggul digelar di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Jumat (12/12/2025)
- Buku ini mengisahkan perjalanan mantan Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc
- Buku ini juga dibuka dengan penggambaran paling jujur tentang masa kecil Prof. Maxs
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Dari tangan kecil yang dulu menjinjing baki pisang goreng, hingga tangan yang kini memegang tongkat kepemimpinan universitas, perjalanan Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc seolah menegaskan bahwa orkestra kesuksesan hanya dapat dimainkan oleh mereka yang tidak pernah berhenti melangkah.
Peluncuran buku biografinya yang bertajuk Sang Dirigen menjadi momen yang membuka kembali lembar-lembar perjuangan itu—sebuah kisah yang bukan hanya menginspirasi, tetapi juga menggetarkan.
Buku ini dibuka dengan penggambaran paling jujur tentang masa kecil Prof. Maxs. Setiap pulang sekolah di GMIT Kuanino 1, ia membantu sang ibu menjual pisang goreng dan nogosari.
Kehidupan sederhana itu diperberat dengan fakta bahwa hingga kelas 2 SD ia belum bisa membaca, kondisi yang sempat membuatnya mendapat kekerasan dari guru.
Namun dari keterpurukan itulah tekadnya tumbuh. Maxs muda berjalan menembus batas: diterima di SMPN 1 Kupang, SMAN 1 Kupang, hingga meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Solo.
Baca juga: Pemred Pos Kupang Sebut Kisah Perjuangan Prof. Maxs Sanam Menginspirasi
Perjalanan akademiknya memuncak ketika ia menembus Universitas Gadjah Mada (UGM) sebuah lompatan besar bagi anak yang pernah dianggap “tidak mampu membaca”.
Setelah kembali ke Kupang sebagai dosen, ia meniti karier akademiknya hingga menjadi guru besar pertama Ilmu Kesehatan Hewan Undana, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Rektor pada 2021.
Bab kedua buku tersebut menyoroti sosok penting di balik keberhasilan Prof. Maxs, yaitu istrinya, drh. Hembang Murni Pancasilawati. Bersama dua putri mereka Sherly dan Nana keluarga menjadi rumah pulang yang menjaga keseimbangan hidup sang rektor.
Mereka digambarkan sebagai “penopang diam-diam”, yang hadir dalam setiap tekanan akademik dan hiruk-pikuk birokrasi.
Bahwa seorang pemimpin dapat berdiri teguh, sebagian besarnya adalah karena keluarga yang menjaga jiwanya tetap utuh.
Bagian ketiga buku ini memotret sosok Prof. Maxs di luar ruang rapat dan podium resmi. Ia dikenal sederhana, setia, dan tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun. Kesaksian para kolega memperlihatkan satu hal yang konsisten: ia adalah pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya.
Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, yang merupakan Seorang mantan wakil rektor Undana yang saat ini menjabat sebagai Rektor Undana yang mendampingi mantan Prof Maxs selama tiga tahun mengatakan.
“Beliau memberi kepercayaan besar pada kami yang masih muda. Ia tulus, sabar, dan bahkan ketika marah, tegurannya tetap membangun, tidak pernah merendahkan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pemberian-sketsa-wajah-oleh-Pemred-Pos-Kupang.jpg)