NTT Terkini
Dinkes NTT Didukung Unicef, Pemerintah Korea dan YKMI Gelar Workshop PPI
Selain materi dalam kelas, peserta juga melakukan praktek di Puskesmas Tarus, Puskesmas Naibonat dan Puskesmas Oesao.
Karena itu, kegiatan ini menjadi sangat penting. YKMI, sebagai mitra implementasi UNICEF terus mendukung Pemerintah Kabupaten Kupang khususnya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam peningkatan fasilitas WASH.
Seperti pembangunan menara air, sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS), penampung air hujan, rehab ringan pasokan air bersih ke puskesmas, CTPS ramah disabilitas, toilet ramah disabilitas, toilet ramah ibu hamil, toilet ramah management Kesehatan dan kebersihan menstruasi serta sarana lainnya.
Namun, seluruh fasilitas tersebut pada dasarnya adalah benda mati yang tidak akan memberi dampak optimal tanpa diikuti proses pemeliharaan dan dimanfaatkan untuk pencegahan dan pengendalian infeksi yang baik di lapangan.
Maria Elisabet Anggreny, selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi NTT, menegaskan bahwa setiap fasilitas kesehatan wajib menerapkan SOP PPI secara menyeluruh, sistematis, dan berkesinambungan.
Pasalnya, regulasi ini bukan sekadar aturan, tetapi menjadi landasan penting bagi tenaga sanitarian lingkungan, pasien, dan seluruh pihak agar tetap terlindungi.
Baca juga: UNICEF Gandeng Dinkes NTT Gelar Workshop EVM Assessment Perkuat Rantai Vaksin di NTT
Ia mengingatkan bahwa puskesmas sebagai garda terdepan harus mampu mengendalikan kualitas air, tanah, dan udara di lingkungannya. Melalui workshop ini, para peserta diharapkan dapat melakukan penyegaran pengetahuan serta berdiskusi dalam penyusunan SOP, baik SOP teknis maupun administratif.
Ia juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana yang membutuhkan biaya besar ketika mengalami kerusakan, sehingga penting bagi puskesmas untuk mampu mengadvokasi pemerintah desa agar mengalokasikan anggaran bidang kesehatan lingkungan.
Dengan keterlibatan para kepala puskesmas dalam Musrenbang dan lokakarya desa, hal tersebut dapat menjadi momentum untuk memperjuangkan dukungan pendanaan, sehingga tidak hanya bergantung pada mitra. Ia berharap workshop dua hari ini dapat menghasilkan SOP PPI yang realistis, teratur, dan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh puskesmas.
Pada workshop ini, para peserta mendapatkan materi tentang konsep dasar SOP PPI fasilitas kesehatan lingkungan di Puskesmas, manfaat, dan prinsip penulisan yang efektif.
Dilanjutkan dengan studi kasus, Teknik menganalisa isi SOP, memahami struktur dan kualitas isi SOP, praktek menyusun SOP PPI fasilitas kesehatan lingkungan di Puskesmas berdasarkan panduan dan template yang disediakan.
Untuk menambah pemahaman peserta, maka pada workshop kali ini juga para peserta diajak untuk melakukan kunjungan atau observasi di tiga puskesmas sekaligus Uji Coba SOP PPI fasilitas kesehatan lingkungan di Puskesmas melalui metode Simulasi Lapangan.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kegiatan-perihal-kesehatan-lingkungan.jpg)