Sabtu, 25 April 2026

NTT Terkini

Transformasi Pembayaran Digital di Provinsi NTT Menuju 2030

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi tulang punggung digitalisasi transaksi ritel di Indonesia, termasuk di NTT. 

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-BI Perwakilan NTT
Bank Indonesia Perwakilan NTT menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pembayaran yang cepat, mudah, aman, dan efisien melalui berbagai inovasi unggulan seperti QRIS, BI-FAST, dan Kartu Kredit Indonesia (KKI). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Digitalisasi sistem pembayaran terus menunjukkan peningkatan signifikan di Nusa Tenggara Timur. Bank Indonesia Perwakilan NTT menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pembayaran yang cepat, mudah, aman, dan efisien melalui berbagai inovasi unggulan seperti QRIS, BI-FAST, dan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

Sejak diluncurkan pada 2019, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi tulang punggung digitalisasi transaksi ritel di Indonesia, termasuk di NTT. 

Mengusung slogan CeMuMuAH Cepat, Mudah, Murah, Aman, Handal, QRIS hadir sebagai solusi pembayaran lintas platform yang inklusif dan dapat digunakan siapa saja.

Selama tahun 2025, transaksi QRIS di Provinsi NTT mencapai 35 juta transaksi, tumbuh 80,19 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2024. Pertumbuhan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah merchant dan pengguna.

Hingga Oktober 2025, terdapat, 303 ribu merchant QRIS yang tersebar di seluruh kabupaten/kota NTT.
322 ribu pengguna QRIS, dengan dominasi transaksi ritel, makanan-minuman, dan sektor UMKM.

Peningkatan tersebut membuktikan bahwa QRIS semakin diterima masyarakat sebagai metode pembayaran harian yang praktis dan efisien.

Baca juga: Wujudkan Ekonomi NTT Lebih Tangguh dan Mandiri, Bank Indonesia Perkuat Komitmen dan Sinergi

Inovasi QRIS terus berkembang. Salah satu gebrakan besar BI adalah hadirnya QRIS Antarnegara, yang memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di luar negeri menggunakan QRIS yang mereka miliki di aplikasi pembayaran domestik.

Saat ini, QRIS Antarnegara telah resmi terhubung dengan, Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan (baru diluncurkan).

Selanjutnya BI akan melakukan uji coba dengan China, Arab Saudi, dan India tiga negara dengan mobilitas warga Indonesia yang sangat tinggi, baik untuk perjalanan wisata, bisnis, maupun ibadah.

Dengan inovasi ini, wisatawan NTT yang bepergian ke negara mitra tidak lagi perlu menukar sejumlah besar uang tunai.

Cukup memindai QR di merchant negara tujuan, pembayaran otomatis terkonversi sesuai kurs berlaku.

Selain QRIS reguler dan QRIS Antarnegara, Bank Indonesia juga memperkenalkan QRIS Tap, inovasi baru berbasis NFC (Near Field Communication). Berbeda dengan QRIS scan, QRIS Tap cukup ditempelkan (tap) ke perangkat penerima.

Keunggulan QRIS Tap: Lebih cepat karena tanpa proses memindai QR, Simpel dan fleksibel, cocok untuk transaksi massal, Aman, dengan sistem enkripsi data berbasis NFC. Ideal untuk sektor transportasi, ritel, parkir, dan akses layanan publik.

Baca juga: Bank Indonesia Kunjungi Pos Kupang, Apresiasi Sinergi dalam Publikasi Kebijakan Publik

Dengan semakin banyaknya pemanfaatan NFC pada perangkat gawai pengguna, QRIS Tap diprediksi akan mempercepat perpindahan masyarakat ke pembayaran nirsentuh.

Selain QRIS, Bank Indonesia juga memperkuat ekosistem pembayaran melalui BI-FAST, yang kini menjadi infrastruktur utama transfer antarbank di Indonesia.

Keunggulan BI-FAST:

Tersedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu, Biaya transfer lebih murah dibandingkan sistem sebelumnya, Proses real time, aman, dan efisien. Mendukung transaksi ritel digital yang tumbuh pesat.

Hadirnya BI-FAST memberikan kemudahan bagi masyarakat NTT, terutama pelaku UMKM, pelajar, dan pekerja yang rutin melakukan transfer antarbank dalam skala harian.

Untuk memperkuat kemandirian nasional dalam ekosistem pembayaran, Bank Indonesia juga menghadirkan Kartu Kredit Indonesia (KKI)

Produk ini diprioritaskan untuk segmen pemerintah dan dirancang untuk mendorong transparansi, efisiensi, dan digitalisasi belanja pemerintah.

Terdapat Tiga Jenis KKI:

Kartu fisik KKI, digunakan seperti kartu kredit pada umumnya, KKI Berbasis QRIS, mendukung transaksi nirsentuh langsung melalui QRIS, KKI Online Payment, memungkinkan pembayaran digital secara daring untuk kebutuhan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

KKI diharapkan mampu memperkuat kemandirian sistem pembayaran domestik, sekaligus mempercepat akuntabilitas belanja pemerintah di berbagai instansi, termasuk di Nusa Tenggara Timur.

Dengan berbagai inovasi tersebut mulai dari QRIS, QRIS Antarnegara, QRIS Tap, BI-FAST, hingga KKI Bank Indonesia Perwakilan NTT menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem sistem pembayaran yang inklusif, efisien, dan modern.

Transformasi ini diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memajukan UMKM, dan memberikan akses pembayaran digital yang semakin mudah bagi seluruh masyarakat NTT.(Iar)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved