Senin, 13 April 2026

Jakarta Terkini

BGN Bakal Cek 12 SPPG,  Siap Beroperasi Kembali Usai Ditutup 

BGN Nanik S. Deyang menuturkan, pihaknya akan mengecek kesiapan 12 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

TRIBUNNEWS.COM
DADAN HINDAYANA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menuturkan, pihaknya akan mengecek kesiapan 12 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat ditutup karena melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). 

"Ada 112 yang ditutup, dan persiapan kita lagi cek, katanya sudah ada 12 yang siap untuk dibuka lagi," ujar Nanik dalam agenda Upaya Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa melalui MBG, di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). 

Nanik mengatakan, ada sejumlah ketentuan yang perlu dimiliki setiap SPPG. Mulai dari sterilisasi dapur, ketersediaan instalasi pengolahan air limbah, hingga kewajiban memiliki juru masak.

"Kami akan cek, apakah peralatannya dapurnya sudah punya sterilisasi, apakah kemudian mereka sudah punya SDM, syarat itu akan kita lihat," kata dia.

Baca juga: LIPSUS: Petani Terima Kasih ke Prabowo, Turunkan Harga Pupuk 20 Persen

Sebelumnya, BGN menutup sebanyak 112 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melanggar SOP karena dinilai berisiko menimbulkan insiden keamanan pangan bagi penerima manfaat MBG.

"Ada 112 yang sudah ditutup per hari ini. Kalau mereka mau beroperasi lagi, wajib memenuhi semua sertifikasi yang sudah ditetapkan,” kata Nanik, usai acara satu tahun capaian Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Selasa (21/10/2025). 

Menurut Nanik, setiap SPPG harus memiliki tiga sertifikasi utama sesuai SOP, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), serta sertifikasi halal.

Selain itu, perlu juga ada sertifikat air bersih, dapur sesuai petunjuk teknis pemerintah dalam menjalankan program MBG. 

Baca juga: LIPSUS: SPPG Diberi Waktu Satu Bulan Urus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi SLHS

"Kemudian, sertifikasi air bersih juga harus dimiliki. Selain itu, dapurnya juga harus sesuai dengan petunjuk teknis, karena masih banyak dapur yang ruang untuk pemorsiannya itu belum pakai pendingin, dan sekarang harus berpendingin, karena kalau tidak, itu berpotensi untuk membuat makanan cepat basi," ujarnya. 

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut, sebanyak 1.410.000.000 atau 1,4 miliar porsi MBG sudah diberikan sejak program tersebut dimulai pada 6 Januari hingga 20 Oktober 2025. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna terkait kinerja satu tahun pemerintahannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

"Artinya, hari ini sudah 1.410.000.000 porsi MBG sudah dimasak dan dibagikan sejak tanggal 6 Januari 2025," kata Prabowo dalam penyampaiannya. 

Kepala Negara juga menyampaikan ada sekitar 36.700.000 anak dan ibu hamil yang menerima program MBG selama hampir 10 bulan berjalan. (kompas.com)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved