Sabtu, 6 Juni 2026

Liputan Khusus

LIPSUS : Universitas Terbuka UT Siapkan 15 Prodi Baru Berbasis STEM

Universitas Terbuka (UT) terus memperluas pilihan pendidikan tinggi dengan membuka Sekolah Vokasi dan menyiapkan 15 program studi (prodi)

Tayang:
POS-KUPANG.COM/ALEXANDRO NOVALIANO DEMON PAKU
KONFERENSI PERS - Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, dalam Konfrensi Pers usai Wisuda UT Kupang yang digelar di Hotel Harper, Selasa (23/9/2025). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Terbuka (UT) terus memperluas pilihan pendidikan tinggi dengan membuka Sekolah Vokasi dan menyiapkan 15 program studi (prodi) baru berbasis, Sains,Technology, Engineering, and Maths (STEM). 

Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan hal ini dalam konferensi pers usai wisuda UT Kupang di Hotel Harper, Selasa (23/9).

Rektor menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk menepis anggapan masyarakat bahwa pendidikan jarak jauh hanya cocok untuk bidang ilmu sosial. 

“Kami ingin membuktikan bahwa pendidikan jarak jauh juga mampu mencetak lulusan sains dan teknologi. Sekolah Vokasi menjadi bukti nyata kesiapan UT menyiapkan lulusan siap kerja,” tegasnya.

Baca juga: Silaturahmi Rektor UT ke Undana Perkuat Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Sistem Informasi

Saat ini UT memiliki 50 prodi dari sebelumnya 49, dan segera menambah 15 prodi baru yang didalamnya juga berfokus pada STEM. Sementara prodi-prodi favorit tetap tersedia, seperti Administrasi Publik, Administrasi Negara, Manajemen, Akuntansi, dan Sistem Informasi.

Pada jenjang Pascasarjana, UT telah membuka enam Program Magister dan dua Program Doktor, yakni Doktor Administrasi Publik dan Doktor Manajemen, serta merencanakan pembukaan Magister Akuntansi dan Magister Teknologi Pendidikan.

PODCAST POS KUPANG  - Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bersama host jurnalis Pos Kupang, Ella Uzurasi dalam Podcast Pos Kupang, Senin (22/9/2025).
PODCAST POS KUPANG - Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bersama host jurnalis Pos Kupang, Ella Uzurasi dalam Podcast Pos Kupang, Senin (22/9/2025). (POS-KUPANG.COM/IDRIS)

Prof. Dr. Ali Muktiyanto, menegaskan, sistem pendidikan jarak jauh tidak menghilangkan praktik. 

"Pada prinsipnya kita ingin membuktikan bahwa pendidikan jarak jauh tidak hanya melulu bersifat sosial, bersifat sains bahkan STEM pun kita pun sanggup, "ungkapnya.

Baca juga: BPAD Melaju ke Perempat Final Usai Tumbangkan BNNP NTT di UT FEST 2025

Ia menyampaikan, UT berkolaborasi serta bekerjasama, dengan semua lab, bengkel studio di seluruh tanah air di mana tempat mahasiswa UT berpraktik, dan dirinya pastikan bahwa porsi praktik tetap berjalan sesuai standar. 

Dengan hadirnya Sekolah Vokasi dan rencana penambahan 15 prodi baru, UT berharap dapat mencetak lulusan yang kompeten sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas, khususnya bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan daerah terpencil lainnya.

Selain itu, UT menegaskan kesiapannya menghadirkan layanan pendidikan tinggi hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).  UT telah menjangkau seluruh kota dan kabupaten di NTT dan kini fokus memperluas layanan ke desa-desa serta wilayah terjauh. 

“Kami ingin terus hadir di seluruh pelosok negeri, khususnya NTT, hingga sampai ke desa-desa. Mahasiswa atau masyarakat tidak harus ke kampus, tetapi kampus yang akan mendatangi mahasiswa, memberikan pelayanan terbaik kapan pun, di mana pun, dengan cara paling nyaman,” tegasnya.

Baca juga: Wawancara Ekslusif - Universitas Terbuka Menuju Kualitas Dunia 

Ia juga menambahkan, komitmen tersebut mencakup penyediaan lulusan yang siap meningkatkan karirnya di lapangan pekerjaan, baik di instansi pemerintah maupun swasta. 

"Tidak ada negara yang maju tanpa sumber daya manusia yang cukup dan berkualitas. Karena itu kita harus bersama-sama meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, khususnya di NTT yang memerlukan kerja keras dan kerja cerdas, " katanya.

REKTOR UT TIBA DI BANDARA EL TARI UPANG - Tiba di Bandara El-Tari Kupang, Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Ali Muktiyanto bersama isteri disambut hangat dengan pengalungan kain Adat Tradisional Nusa Tenggara Timur, oleh para jajaran yang hadir, Minggu (21/9/2025) pagi. 
REKTOR UT TIBA DI BANDARA EL TARI UPANG - Tiba di Bandara El-Tari Kupang, Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Ali Muktiyanto bersama isteri disambut hangat dengan pengalungan kain Adat Tradisional Nusa Tenggara Timur, oleh para jajaran yang hadir, Minggu (21/9/2025) pagi.  (POS.KUPANG/ALEXANDRO NOVALIANO DEMON PAKU)

Rektor menekankan, UT akan terus mengadopsi dan beradaptasi dengan teknologi pendidikan terkini agar layanan dapat diberikan secara lebih personal.

“Kami akan terus meningkatkan layanan agar mampu meladeni secara personal. Ini adalah wujud komitmen UT untuk mendekatkan pendidikan tinggi kepada seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terluar, ” tutupnya.


*Semakin Matang

Sementara saat menyampaikan sambutan pada wisuda, Prof. Ali Muktiyanto menekankan wisuda adalah awal perjalanan dan pengabdian. 

“Ini bukanlah akhir dari perjuangan saudara-saudara semua, melainkan awal untuk membuktikan bahwa alumni UT siap mengabdi dan melanjutkan perjuangan di wilayah dan tempat kerja masing-masing, ” ujarnya.
Prof. Ali juga memaparkan bahwa UT kini memasuki babak baru sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). 

Baca juga: Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, Disambut Hangat di Kota Kupang

“Di usia 41 tahun, UT semakin matang. Kami satu-satunya perguruan tinggi negeri dengan ideologi Open Flexible Distance Learning. Kampus UT tidak hanya hadir di kota-kota, tetapi menembus rumah dan relung hati masyarakat , ” jelasnya.

Prof. Ali juga mengungkapkan bahwa 88 persen mahasiswa UT sudah bekerja atau berwirausaha, sementara 12 persen merupakan lulusan SMA yang memilih fleksibilitas belajar. 

“Teknologi menjadikan rasio dosen dan mahasiswa bukan lagi kendala. Materi dapat diakses kapan saja, di mana saja, sesuai gaya belajar mahasiswa, ” ujarnya.

Prof. Ali menutup sambutannya dengan pesan agar lulusan menjaga integritas. “Reputasi Universitas Terbuka tidak hanya ditentukan oleh mutu akademik, tetapi juga oleh integritas dan reputasi alumninya. Tetaplah jujur, rendah hati, dan optimis menatap masa depan, ” tandasnya

Baca juga: Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, Disambut Hangat di Kota Kupang

Ia juga mengungkapkan bahwa UT kini memiliki lebih dari 775 ribu mahasiswa secara nasional, menunjukan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. 

"Kupang menjadi kunjungan pertama saya menjadi Rektor UT, karena kami ingin menyerap energi positif dari Nusa Tenggara Timur ini, untuk memberikan manfaat, memberikan berkah mencerdaskan kehidupan bangsa, semoga pulang dari sini mahasiswa UT yang terlibat dalam pembelajaran semakin meningkat dan kualitas UT semakin baik lagi, " tutupnya. (nov) 

*Kukuhkan 594 Wisudawan

Suasana sukacita menyelimuti Hotel Harper, Selasa (23/9), di mana Universitas Terbuka (UT) Kupang menggelar prosesi wisuda periode II tahun 2025.

Dengan tema "Menenun Inovasi Digital, Merajut Prestasi Menuju Indonesia Emas dari Bumi Flobamorata", sebanyak 594 wisudawan dikukuhkan langsung oleh Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang didampingi langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, dan Dirut UT Kupang, Dr. Ajat Sudrajat. 

Dalam wisuda kali ini, tercatat Petrus Mamik, lulusan Pendidikan Matematika tercatat sebagai wisudawan tertua dengan usia 61 tahun. 

Baca juga: Ikatan Alumni Universitas Terbuka Wilayah Kupang Bakti Sosial di Pantai Tedis Kota Kupang

Sementara pasangan suami-isteri asal Lembata, Yoseph Diaz (Ilmu Pemerintahan) dan Lusia Dudeng (Akuntansi), berhasil menuntaskan studi bersama hingga meraih gelar sarjana pada hari yang sama. 

Kepada Pos Kupang, salah satu wisudawan, Emiliana Ingir Elam, mahasiswi Ilmu Perpustakaan, menyampaikan rasa syukurnya atas wisuda hari ini. 

“Belajar di UT melatih saya disiplin dan mandiri. Saya bangga bisa lulus tanpa meninggalkan tanggung jawab pekerjaan dan keluarga,” katanya.

Disisi lain, Maria, salah satu orang tua  wisudawan  menyampaikan bahwa dirinya sangat bangga dan terharu melihat anaknya di wisudakan hari ini. 

"Rasanya bangga, lega dan terharu sebagai orang tua, kami merasa waktu, tenaga dan doa kami tidak sia-sia," ungkapnya. (nov)

*Tantangan SDM NTT Tinggi

WAKIL Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan salam dari Gubernur NTT, Melki Laka Lena serta mengapresiasi kontribusi UT dalam mencetak sarjana, di daerah kepulauan dengan tantangan geografis seperti Nusa Tenggara Timur. 

Baca juga: Sambut Dies Natalis, Universitas Terbuka Kupang Gelar UT FEST 2025

“NTT memiliki potensi besar di bidang perikanan, peternakan, dan pertanian. Namun tantangan sumber daya manusia masih tinggi. Kehadiran lulusan UT yang fleksibel dan mandiri menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas di sektor-sektor vital,” ungkap Johni. 

Johni juga mencotohkan peran alumni UT yang dapat membantu manajemen seperti keuangan nelayan, membentuk koperasi, hingga mengembangkan usaha pengolahan hasil laut. 

"Para lulusan diharapkan menjadi agen perubahan, mengolah potensi alam menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” katanya.

Momen wisuda kali ini juga menghadirkan kisah inspiratif, Marisa Nathalia Tafuli, lulusan Ilmu Administrasi Negara, menjadi wisudawan termuda berusia 23 tahun. (nov)

 Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved