Rabu, 3 Juni 2026

Wawancara Ekslusif

Wawancara Ekslusif - Universitas Terbuka Menuju Kualitas Dunia 

Kehadiran UT saat itu adalah untuk melengkapi perguruan tinggi ke 45 dari perguruan tinggi yang sudah ada sebelumnya yaitu 44 perguruan tinggi.

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IDRIS
PODCAST POS KUPANG - Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bersama host jurnalis Pos Kupang, Ella Uzurasi dalam Podcast Pos Kupang, Senin (22/9/2025). 


Menuju Universitas Terbuka berkualitas dunia, UT sudah mendapatkan sertifikasi dari ICDE?

Iya kita secara rutin bahkan sekarang tiga tahun sekali dilakukan sertifikasi ulang dari International Council for Distance Education (ICDE), itu adalah organisasi perguruan tinggi atau pelaku pendidikan jarak jauh di seluruh dunia. Kemudian kita juga mendapatkan akreditasi untuk yang pertama kali perguruan tinggi jarak jauh di dunia, kita mendapatkan akreditasi dari asosiasi perguruan tinggi jarak jauh Asia, UT yang pertama, karena memang sejarahnya waktu UT berdiri belum ada standar yang level Indonesia, kita mengambil semua standarnya dari dunia, maka harusnya suatu kewajaran, di usia 41 tahun ini kita mengokohkan peran itu termasuk hari ini UT menjadi presidensi dan sekretari dari asosiasi perguruan tinggi terbuka dan Jarak jauh Asia.


Sejauh ini seperti apa kemitraan internasional yang dibangun? 

Selain kita menguatkan, mempertahankan dan juga meningkatkan kerjasama di level nasional, kita juga terus merintis dan mengembangkan kerja sama di level internasional, sekalipun memang sasaran utama kita adalah melayani mahasiswa yang berkewarganegaraan Indonesia di manapun berada.

Hari ini kan secara geografis kita sudah ada di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia dan juga mahasiswa kita tersebar di 56 negara di dunia.

Tapi mayoritas adalah warga negara Indonesia di luar negeri, namanya pekerja migran Indonesia atau diaspora juga.

Saat ini kita sudah merancang bahkan mulai mengimplementasikan kerja sama dengan luar negeri, betul-betul mahasiswa asing, dipelopori oleh UT Kupang.

UT Kupang sudah merintis untuk menerima mahasiswa dari negara tetangga kita, Timor Leste. Lebih kurang seratus mahasiswa bergabung di semester ini.

Lalu berikutnya, kerja sama ini tentu saja, karena kita adalah perguruan tinggi, tetap fokus pada tiga hal yaitu pendidikan pengajaran, riset dan pengabdian kepada masyarakat baik negara-negara di Asia Tenggara, Asia seperti Korea, Cina, kemudian kita juga bekerjasama dengan beberapa negara di Eropa, khususnya yang sama-sama berfokus pada pendidikan tinggi. 

Sistem pembelajaran yang sudah dilaksanakan selama ini apakah selalu ada monitoring dan evaluasi? 

Pasti. Karena kita selalu mengedepankan continues improvement.

Budaya mutu di UT itu menjadi bagian dari darah daging kita jadi kita memang kekuatannya di standarisasi dari mutu kita sehingga saya bisa pastikan bahwa kualitas mahasiswa kita yang ada di ujung Timur Indonesia itu sama.

Kalau nilai di ujung Timur itu A, di ujung Barat di Aceh sana juga A. Tidak ada perbedaan. Di negara manapun nilai itu standarnya sama karena kita memang betul-betul fokus kepada sistem pembelajaran distance learning.

Pendidikan jarak jauh itu ciri khas utamanya adalah keterpisahan antara sumber belajar dan pembelajar. Nah keterpisahan ini dalam pendidikan jarak jauh itu difasilitasi oleh orang, alat dan teknologi multimedia.

Dengan fasilitasi tiga komponen utama ini setidaknya akan menjadi representasi dosen kita untuk hadir kapan saja di mana saja, setiap saat dibutuhkan mahasiswa. Ini yang harus kita pastikan.

Nah untuk bisa melakukan ini maka adopsi dan adaptasi teknologi menjadi sangat penting dengan standar yang sudah kita tentukan. (uzu)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved