Wawancara Ekslusif
Wawancara Ekslusif - Universitas Terbuka Menuju Kualitas Dunia
Kehadiran UT saat itu adalah untuk melengkapi perguruan tinggi ke 45 dari perguruan tinggi yang sudah ada sebelumnya yaitu 44 perguruan tinggi.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Terbuka saat ini tengah menuju kualitas dunia dengan segala inovasi yang terus dilakukan.
Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dalam Podcast Pos Kupang, Senin, 22/09/2025 mengatakan, salah satu jargon UT adalah inovasi dan menghadirkan masa depan ke masa sekarang dengan teknologi pembelajaran yang paling baru.
Seperti apa proses UT menuju kualitas dunia, berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama Pos Kupang.
Seperti apa eksistensi Universitas Terbuka selama 41 tahun hadir di Indonesia?
UT hadir tanggal 4 September 1984 secara resmi. Tentu saja kiprahnya sangat panjang di usia 41 tahun ini, tetap konsisten dengan misi utama yaitu dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia dimanapun berada untuk bisa menikmati pendidikan tinggi yang berkualitas sebagaimana mandat yang diberikan pemerintah saat pendirian Universitas Terbuka yaitu memperluas daya jangkau kemudian memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat lalu juga waktu itu ada percepatan penyediaan sumber daya untuk guru yang waktu itu masih penyesuaian dari sebelumnya menjadi minimal berijazah sarjana. Kiprahnya sangat panjang dan hari ini Universitas Terbuka telah memiliki tidak kurang dari 50 program studi yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat untuk menyambut dan juga menyukseskan Indonesia emas 2025.
Baca juga: Penutupan UT Fest 2025, Wali Kota Kupang Beri Apresiasi untuk Universitas Terbuka
Kehadiran UT saat itu adalah untuk melengkapi perguruan tinggi ke 45 dari perguruan tinggi yang sudah ada sebelumnya yaitu 44 perguruan tinggi.
Saat itu dirasakan bahwa daya tampung perguruan tinggi negeri ternyata tidak cukup menampung lulusan (SMA) maupun minat masyarakat untuk menikmati pendidikan tinggi maka UT hadir.
Saat itu masih menggunakan pendekatan jarak jauh tetap konsisten, namun masih dengan pendekatan yang paling tradisional, yang paling sederhana, korespondensi kemudian menggunakan modul cetak.
Saat ini transformasinya begitu cepat dari melayani puluhan ribu mahasiswa sekarang ini ratusan ribu mahasiswa.
Mahasiswa aktif UT saat ini sudah lebih dari 760 ribu, belum lagi yang tidak aktif. Kalau empat semester berturut-turut tidak registrasi, kita masukkan ke kelompok tidak aktif, nanti bisa aktif lagi.
Kalau ditambah itu bisa sampai 1.5 juta (mahasiswa), ditambah alumni UT sekarang sudah lebih dari 2.5 juta alumni dan ini menjadi satu komunitas digital, kalau kamu menyebutnya saat ini menjadi bagian dari digital learning ecosystem UT yang tadi bergerak dari pendidikan jarak jauh yang paling tradisional sampai sekarang yang paling modern.
Baca juga: UT Kupang Jalani Asesmen Mutu Internal MPJJ 2025
Sekarang kita tidak meniadakan yang modus awal, kita siapkan semua baik yang mengandalkan bahan ajar cetak, sekarang sudah ada bahan ajar digital interaktif, kemudian ujian yang sebelumnya melalui paper base test, sekarang sudah berkembang bahkan automatic online proctoring, pembelajaran pun tutorialnya tidak hanya mengandalkan berbasis tatap muka, sinkronus luring, sekarang pun sinkronus daring sudah ada, learning management system kita sudah sangat canggih untuk melayani mahasiswa.
Ini berarti kualitas infrastruktur dan teknologinya juga sangat mengikuti zaman?
Betul. Karena salah satu keunggulan UT adalah adopsi teknologi pembelajaran terkini. Ini salah satu kekuatan kita yang akan kita eksplor sampai, cita-cita kedepan, selain memang kita sudah berkualitas dunia tetapi kita ingin mengokohkan posisi UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia, kita juga ingin menguatkan pembelajaran kita mengarah menuju kepada personalize learning, bahasa sederhananya kalau biasanya perguruan tinggi itu mahasiswa yang datang ke kampus, kita akan kuatkan kampus yang datang ke mahasiswa tidak hanya di pintu rumahnya tapi bahkan sampai ke relung hatinya.
Menuju Universitas Terbuka berkualitas dunia, UT sudah mendapatkan sertifikasi dari ICDE?
Iya kita secara rutin bahkan sekarang tiga tahun sekali dilakukan sertifikasi ulang dari International Council for Distance Education (ICDE), itu adalah organisasi perguruan tinggi atau pelaku pendidikan jarak jauh di seluruh dunia. Kemudian kita juga mendapatkan akreditasi untuk yang pertama kali perguruan tinggi jarak jauh di dunia, kita mendapatkan akreditasi dari asosiasi perguruan tinggi jarak jauh Asia, UT yang pertama, karena memang sejarahnya waktu UT berdiri belum ada standar yang level Indonesia, kita mengambil semua standarnya dari dunia, maka harusnya suatu kewajaran, di usia 41 tahun ini kita mengokohkan peran itu termasuk hari ini UT menjadi presidensi dan sekretari dari asosiasi perguruan tinggi terbuka dan Jarak jauh Asia.
Sejauh ini seperti apa kemitraan internasional yang dibangun?
Selain kita menguatkan, mempertahankan dan juga meningkatkan kerjasama di level nasional, kita juga terus merintis dan mengembangkan kerja sama di level internasional, sekalipun memang sasaran utama kita adalah melayani mahasiswa yang berkewarganegaraan Indonesia di manapun berada.
Hari ini kan secara geografis kita sudah ada di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia dan juga mahasiswa kita tersebar di 56 negara di dunia.
Tapi mayoritas adalah warga negara Indonesia di luar negeri, namanya pekerja migran Indonesia atau diaspora juga.
Saat ini kita sudah merancang bahkan mulai mengimplementasikan kerja sama dengan luar negeri, betul-betul mahasiswa asing, dipelopori oleh UT Kupang.
UT Kupang sudah merintis untuk menerima mahasiswa dari negara tetangga kita, Timor Leste. Lebih kurang seratus mahasiswa bergabung di semester ini.
Lalu berikutnya, kerja sama ini tentu saja, karena kita adalah perguruan tinggi, tetap fokus pada tiga hal yaitu pendidikan pengajaran, riset dan pengabdian kepada masyarakat baik negara-negara di Asia Tenggara, Asia seperti Korea, Cina, kemudian kita juga bekerjasama dengan beberapa negara di Eropa, khususnya yang sama-sama berfokus pada pendidikan tinggi.
Sistem pembelajaran yang sudah dilaksanakan selama ini apakah selalu ada monitoring dan evaluasi?
Pasti. Karena kita selalu mengedepankan continues improvement.
Budaya mutu di UT itu menjadi bagian dari darah daging kita jadi kita memang kekuatannya di standarisasi dari mutu kita sehingga saya bisa pastikan bahwa kualitas mahasiswa kita yang ada di ujung Timur Indonesia itu sama.
Kalau nilai di ujung Timur itu A, di ujung Barat di Aceh sana juga A. Tidak ada perbedaan. Di negara manapun nilai itu standarnya sama karena kita memang betul-betul fokus kepada sistem pembelajaran distance learning.
Pendidikan jarak jauh itu ciri khas utamanya adalah keterpisahan antara sumber belajar dan pembelajar. Nah keterpisahan ini dalam pendidikan jarak jauh itu difasilitasi oleh orang, alat dan teknologi multimedia.
Dengan fasilitasi tiga komponen utama ini setidaknya akan menjadi representasi dosen kita untuk hadir kapan saja di mana saja, setiap saat dibutuhkan mahasiswa. Ini yang harus kita pastikan.
Nah untuk bisa melakukan ini maka adopsi dan adaptasi teknologi menjadi sangat penting dengan standar yang sudah kita tentukan. (uzu)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Rektor-UT-Podcast-Pos-Kupang-di-harper-Hotel.jpg)