NTT Terkini
GAMKI Alor Gelar Dialog Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Alboin menjelaskan, berbagai terobosan telah dilakukan GAMKI Alor untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Keenam: Advokasi Kasus dan Pendampingan Korban. "Teknik Advokasi dan Pendampingan Kasus- kasus Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak." Narasumber: Pekerja Sosial Dinas Sosial Alor, Mara Yirmiyati, S.Sos.
Materinya mengulas teknik advokasi dan pendampingan kasus-kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak.
Ketujuh: Komitmen Penegak Hukum. "Ancaman Pidana, Komitmen Penanganan Kasus dan Mekanisme Pelaporan Kasus Tindak Pidana TPPO dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak." Narasumber: Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, S.H.
Materi ini mengulas tentang ancaman pasal-pasal pidana yang berkaitan dengan kekerasan seksual pada perempuan dan anak, kasus TPPO dan penanganan kasus di kepolisian, serta menjelaskan mekanisme pelaporan tindak pidana TPPO dan kekerasan seksual pada perempuan dan anak.
Kedelapan: Komitmen Pemerintah Daerah. "Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak." Narasumber: Kepala Dinas P3A Alor, Abdul Moharis Kapukong, S.H.,M.H.
Materinya mengulas arah kebijakan, program dan komitmen strategis pemerintah daerah dalam penanganan dan pencegahan kasus tindak pidana kekerasan seksual perempuan dan anak.
"Akhir Dialog nanti kami akan Deklarasi GAMKI Alor dan Pemuda Kristen Tolak Kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan Deklarasi Komunitas Lapor Polisi," ujar Medy Boling.
Medy mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Oa Puringdon, Jemaat dan Pemuda Jemaat yang telah menjadi tuan rumah kegiatan Dialog Publik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Narasumber, Panitia, DPC GAMKI, senior dan peserta yang telah hadir mendukung kegiatan Dialog Publik ini sehingga berjalan dengan baik dan lancar.
"Kami mendoakan, semoga Tuhan Yesus memberkati Bapak/Ibu Narasumber, senior, panitia dan peserta dalam tugas pelayanan kita masing-masing. Mari kita semua menjadi pelaku tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak," tutup Medy.
Senior GAMKI Alor, Selvy Lepa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih GAMKI Alor yang terus aktif dalam program dan menggagas dialog publik; cegah kekerasan pada perempuan dan anak.
Menurutnya, tema Dialog yang digagas GAMKI ini merupakan isu yang marak dan cukup tinggi didengar di media online dan lingkungan.
"Menarik, GAMKI tanggap terhadap persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan. Ini isu global, nasional dan daerah yang harus menjadi perhatian kita bersama," katanya.
Selvy Lepa berharap diskusi-diskusi publik seperti ini perlu intens dilakukan GAMKI sehingga membuka wawasan bersama sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang saling menjaga, menghargai dan ramah pada perempuan dan anak.
"Perlu juga ada langkah-langkah strategis yang diambil untuk dapat menekan tingginya angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak," ujarnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.