NTT Terkini 

GAMKI Alor Gelar Dialog Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak 

Alboin menjelaskan, berbagai terobosan telah dilakukan GAMKI Alor untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
CEGAH KEKERASAN - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menggelar kegiatan Dialog Publik Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.  

GAMKI juga meminta pemerintah daerah untuk tegas memberikan sanksi etik bagi pelaku kekerasan seksual di kalangan birokrasi dan mendorong penegakan hukum pidana secara tegas sebagai bentuk komitmen daerah. 

Selain itu, GAMKI juga meminta Badan Kehormatan DPRD untuk tegas menangani sanksi etik bagi anggota DPRD yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap perempuan/perselingkuhan, yang kini sedang ramai diperbincangkan publik.

Akhir sambutannya, Alboin Selly mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Oa Puringdon Pdt Orni K. Laukamang, S.Th, Jemaat dan Pemuda Gereja yang telah menjadi tuan rumah kegiatan Dialog Publik GAMKI. Ia pun sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Narasumber dan peserta yang telah hadir mendukung kegiatan GAMKI. 

Sementara, Ketua Panitia Dialog Publik, Medy Boling dalam laporannya mengatakan, kegiatan Dialog ini akan dilakukan pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 28-29 Agustus pukul 09.00 WITA sampai selesai di Gereja GMIT Oa Puringdon. 

Adapun materi dan narasumbernya antara lain:

Pertama: Sex Education. "Bahaya Penyakit Menular Seksual Bagi Pemuda dan Remaja Dalam Mencegah Lost Generation." Narasumbernya: Kadis Kesehatan Alor, dr. Farida. 

Materi ini memberikan pandangan kepada pemuda dan remaja untuk memahami bahaya penyakit menular seksual dan memahami fungsi organ reproduksi, proses tumbuh kembang dan cara menjaga kesehatan diri pemuda dan remaja. 

Kedua: Teologi Feminisme. "Gender dan Seksualitas Dalam Perspektif Teologi Feminis." Narasumber: Dosen Universitas Tribuana Kalabahi, Eunike Molebila, S.Th.,M.Th.

Materi ini membedah pandangan mengenai peran perempuan dalam agama, kesetaraan gender, dan interpretasi kitab suci dari perspektif feminis agar mencegah kasus kekerasan seksual, LGBT, Aorsi, dan lain-lain sehingga menciptakan hubungan yang sehat dalam menjaga kekudusan tubuh sebagai ciptaan Allah.

Ketiga: Perempuan dan Budaya Alor. "Peran Perempuan Menentang Budaya Patriarki untuk Mencegah Kekerasan." Narasumber: Dosen Universitas Tribuana Kalabahi, Dr. Hermayanti Mantaon.

Materi ini memberikan pandangan budaya mengenai peran perempuan dalam melawan kekerasan budaya patriarki yang berlaku dalam budaya di Kabupaten Alor. 

Keempat: Pemulihan Trauma Psikis. "Tips Mengelola Trauma Psikis Korban Penyintas Kekerasan Seksual Agar Tidak Trauma dan Bunuh Diri." Narasumber: Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Alor, Lim C.H.R Odja, S.Th.,M.Th.

Materi ini memberikan pandangan mengenai cara/tips pemulihan trauma psikis yang dialami korban penyintas kekerasan seksual agar tidak terjerumus dalam perilaku bunuh diri. 

Kelima: Laki-Laki Baru Tolak Kekerasan. "Peran Laki-laki Baru Dalam Mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak." Narasumber: Ketua UPP Pemuda GMIT Klasis Alor Barat Laut, Ferdinand Duraw.

Materi ini mengulas peran laki-laki baru dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved