NTT Terkini
LBH APIK NTT Beberkan 300 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Mayoritas Kekerasan Seksual
Ia menyoroti kasus-kasus ekstrem seperti femisida pembunuhan perempuan dalam relasi rumah tangga yang masih terjadi di NTT.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Direktris LBH APIK NTT, Ansy Damaris Rihi Dara, mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada tahun 2011, pihaknya telah menangani lebih dari 300 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari jumlah itu, kekerasan seksual terhadap anak menempati posisi tertinggi.
Hal ini disampaikan Ansy saat menjadi pemateri sesi kedua dalam Rapat Koordinasi TP PKK Provinsi NTT 2025 dengan tema Best Practice Peran LBH APIK dalam Advokasi Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di NTT.
“Kasus kekerasan di NTT itu fluktuatif, tapi rata-rata tiap tahun ada sekitar 90-an kasus. Itu artinya hampir setiap minggu ada dua kasus yang dilaporkan ke kami,” ungkap Ansy.
Baca juga: LBH APIK Dorong Kolaborasi dengan PKK Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak
Ia menegaskan, meningkatnya jumlah laporan bukan berarti program perlindungan gagal, melainkan menunjukkan keberanian perempuan untuk bersuara.
“Dengan banyak regulasi dan dukungan lembaga, perempuan makin sadar haknya dan berani speak up. Ini artinya ada keberhasilan,” jelasnya.
LBH APIK, kata Ansy, tidak hanya memberikan pendampingan litigasi di pengadilan, tetapi juga non-litigasi, investigasi, hingga jemput bola ke desa-desa.
Banyak kasus bahkan dilaporkan oleh kader dan paralegal PKK di lapangan.
Ia menyoroti kasus-kasus ekstrem seperti femisida pembunuhan perempuan dalam relasi rumah tangga yang masih terjadi di NTT.
“Ini bukan sekadar pembunuhan biasa, tapi akibat budaya patriarki yang menempatkan perempuan di posisi kelas dua,” tegasnya. (uan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.