Jurnalisme Warga
Mengurai dari Dalam, Memulai dari Diri Sendiri
Tuan Fritz meninggalkan mahkota insani dan berserah diri pada kuasa Ilahi. Seperti air meninggalkan sumbernya.
Oleh: Marthen Duan
Warga Kefamenanu, Timor Tengah Utara
POS-KUPANG.COM - Di tengah riuh diskusi launching buku JEJAK LANGKAH P. Fritz Meko SVD di Laat Manekat, Rumah Retret Soverdi, Noemeto, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Jumat 12 Juni 2026, saya beroleh sukacita tak terduga.
Saya berjumpa dengan P. Gregor Neonbasu SVD bersamaan dengan Rektor Universitas Timor, Dr. Stefanus Sio.
Pater Gregor, imam misionaris sekaligus antropolog, pembedah buku yang darahnya mengalirkan semangat akademisi.
Baca juga: Komunitas Bengkel Nurani Gelar Diskusi dan Launching Buku "Jejak Langkah Pater Fritz Meko SVD"
Beliau bilang: "Buku selalu menunjukkan kepribadian penulis." Siapa diri penulis terbaca dari apa yang ia tulis. Dari titik itu, penulis keluar dari kedalaman hati dan memberi diri kepada dunia.
Tuan Fritz meninggalkan mahkota insani dan berserah diri pada kuasa Ilahi. Seperti air meninggalkan sumbernya. Mengalir dari tempat tinggi ke bawah, memenuhi semua tanpa membedakan.
Dari air itu terpancar spiritualitas Cosmos. Ada semesta di mana Tuhan menjadi awal seketika itu menjadi akhir. Dia mencipta, memanggil, lalu mengutus kita terlibat sebagai co-creator.
Bagaimana caranya? Tuhan sudah memberi 2 telinga dan 2 mata serta 1 hati nurani. Agar kita mulai dengan berdiam diri. Mendengar dengan seksama. Merekam kemudian mengolah baik baik.
Berikut, menggagas secara bijak laku menyatakan secara terukur. Lalu membuka diri terhadap respons balik. Begitu seterusnya.
Cosmos sedang menunjukkan Segitiga Garam-Terang-Pengetahuan.
Bahwasanya Garam memberi rasa juga mengawetkan nilai. Tandas P. Gregor yang menulis prolog buku saya 'Menguak Tabir Menerjang Badai' dengan tajuk "Membangun persepsi atas karya manusia".
Filosofi garam mengingatkan kita agar mencipta bersama Tuhan dengan memulai dari diam.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juni 2026: Menjadi Seperti Allah yang Peduli
Terang menuntun arah. Walau badai menerpa dari berbagai arah. Apapun badai mesti diterjang. Badai yang sesungguhnya bukan orang, bukan juga kelompok orang. Sesungguhnya, badai itu sistem yang abai dan ego yang malas mendengar. Tingkah mengabaikan hak dari kelompok rentan.
Namun terang tidak berteriak. Ia membuat kita berani dan bijak melihat dari dalam. Baru kemudian memulai dari diri sendiri.
Pengetahuan terhubung dengan metode dan cara bekerja agar membumikan gagasan.
Marthen Duan
Gregor Neonbasu
Gregor Neonbasu SVD
Fritz Meko
Pater Fritz Meko SVD
Aula Soverdi Noemeto
| Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan Amerika, Bola Kaki dan Persahabatan Global |
|
|---|
| Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan Amerika Serikat, Piala Dunia dan Perdamaian |
|
|---|
| Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (6-Habis) |
|
|---|
| Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (5) |
|
|---|
| Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (4) |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Marthen-Duan-dan-Gregor-Neonbasu.jpg)