Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juni 2026: Menjadi Seperti Allah yang Peduli
Belas kasih Yesus tidak berhenti pada rasa iba atau pemberian bantuan sesaat. Ia melihat akar situasi hidup orang banyak itu.
Oleh: RD. Leo Mali
Rohaniwan dan dosen Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Yesus Kristus adalah Emanuel, Allah beserta kita (Mat. 1:23), Allah yang hadir di tengah-tengah kita (bdk. Mat. 18:20).
Ia tidak sekadar singgah dan lewat di tengah hiruk-pikuk kehidupan manusia. Tetapi Ia adalah seorang allah yang peduli.
Kepedulian itu tampak jelas dalam cara Ia memandang orang-orang yang datang kepada-Nya.
Demikian dicatat oleh Penginjil Matius: “Ketika Yesus melihat orang banyak itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka” (Mat. 9:36).
Untuk menegaskan belas kasih Yesus itu, Matius mendeskripsikan keadaan orang banyak tersebut sebagai mereka yang “lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (Mat. 9:36).
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juni 2026, Hidup Lelah dan Terlantar tak Terpimpin
Gambaran ini menunjuk pada berbagai bentuk penderitaan manusia: kemiskinan, penyakit, ketidakpastian hidup, kehilangan arah, serta pengalaman ditinggalkan oleh para pemimpin yang seharusnya membimbing dan melayani mereka.
Yesus memandang dan menyapa kegelisahan hati setiap orang yang datang kepada-Nya dengan sikap penuh dengan kepedulian. Ia memperhatikan mereka satu per satu beserta persoalan yang mereka hadapi.
Namun belas kasih Yesus tidak berhenti pada rasa iba atau pemberian bantuan sesaat. Ia melihat akar situasi hidup orang banyak itu.
Mereka tidak memiliki pemimpin yang mampu membimbing, melayani, dan memperhatikan mereka.
Karena itulah tanggapan Yesus terhadap orang banyak ini segera dilanjutkan dengan kisah pemanggilan dan pengutusan dua belas murid.
Baik dalam penerimaan-Nya terhadap orang banyak maupun dalam pilihan-Nya terhadap kedua belas murid, tampak cara Yesus mengungkapkan kepedulian-Nya.
Apa yang dilakukan Yesus sebenarnya mengungkapkan cara Allah memperlakukan manusia sepanjang sejarah keselamatan.
Karena itu kepada umat di Roma, dengan segala kemegahan kota yang dapat membuat orang terlena pada kekuatan dirinya sendiri, Paulus mengingatkan:
“Ketika kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka, pada waktu yang ditentukan Allah... Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa” (Rm. 5:6-11).
| Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juni 2026, Hidup Lelah dan Terlantar tak Terpimpin |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juni 2026, “Tetapi Pekerja Sedikit” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 12 Juni 2026, Meneladani Hati Maria di Tengah Tantangan Hidup |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 13 Juni 2026, "Menyimpan Dalam Hatinya" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 13 Juni 2026, "Ketika Berjalan Sendiri Tanpa Tuhan" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Romo-Leo-Mali-menyampaikan-Renungan-Harian-Katolik-Minggu-3-Maret-2024.jpg)