Internasional Terkini
Klaim AS Soal Perang Iran Berakhir Mendapat Serangan di Dalam Negeri
Rubio menyatakan AS tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan ke wilayah Iran
POS-KUPANG.COM, WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio tetap mempertahankan klaim bahwa perang dengan Iran telah berakhir, meski serangan masih berlanjut.
Rubio menyatakan AS tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan ke wilayah Iran karena operasi militer yang disebut Washington sebagai Operation Epic Fury telah selesai.
“Kami tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan di dalam Iran untuk melemahkan militer mereka, karena Epic Fury sudah berakhir,” kata Rubio saat memberikan keterangan di hadapan Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, Rabu (3/6/2026).
Rubio juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah mencapai kemenangan dalam konflik tersebut. Namun, klaim itu mendapat penolakan dari anggota parlemen dari Partai Demokrat yang menyebut perang masih berlangsung.
Baca juga: GCC Kecam Serangan Iran ke Dua Negara Teluk
Rubio sebut AS berhasil melumpuhkan kekuatan Iran Perang antara AS dan Israel melawan Iran, yang oleh Washington disebut sebagai Operation Epic Fury, telah meluas ke kawasan Timur Tengah sejak serangan pertama terhadap Iran pada 28 Februari.
Iran kemudian merespons dengan menyerang sekutu-sekutu AS di kawasan dan secara efektif memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk.
Rubio mendefinisikan kemenangan AS sebagai keberhasilan menghancurkan kemampuan industri pertahanan Iran, mengurangi jumlah peluncur rudal, serta menekan persediaan drone milik Teheran.
“Kami mendefinisikan kemenangan dengan menghancurkan basis industri pertahanan mereka, secara signifikan mengurangi jumlah peluncur rudal yang mereka miliki, secara signifikan mengurangi persediaan drone mereka,” ujar Rubio.
“Dan kami mencapai semua itu, selain menghancurkan apa yang tersisa dari angkatan udara mereka dan memusnahkan seluruh angkatan laut konvensional mereka.”
Demokrat bantah perang telah berakhir
Pernyataan Rubio mendapat perlawanan dari anggota Demokrat di Kongres AS. Mereka menilai konflik masih berlangsung, terutama setelah Iran melancarkan serangan terbaru ke wilayah sekutu Washington.
Iran menyerang bandara Kuwait pada Rabu, menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya dalam eskalasi besar konflik. Bahrain, yang juga menjadi lokasi keberadaan militer AS dalam jumlah besar, turut mengalami serangan drone Iran pada malam sebelumnya.
Anggota DPR AS dari California, Sara Jacobs, mengkritik klaim Rubio tersebut. “Anda bisa mengubah nama operasinya. Itu tidak mengubah fakta bahwa Selat masih ditutup, dan para anggota dinas saya, serta seluruh anggota dinas kita, masih berada dalam bahaya,” kata Jacobs.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PM-Israel-Benjamin-Netanyahu-dan-Menlu-AS-Marco-Rubio.jpg)