Kredit Usaha Rakyat
Penyaluran KUR BRI Naik 20 Persen Periode Januari sampai April 2026
Total penyaluran KUR BRI mencapai Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat pertumbuhan positif untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang Januari hingga April 2026.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (29/5/2026), realisasi KUR Januari–April 2026 tumbuh 20 persen secara tahunan dari Rp54,9 triliun di periode yang sama tahun 2025.
Total penyaluran KUR BRI mencapai Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia.
Penyaluran ke sektor produktif meliputi pertanian, perikanan, dan manufaktur, mendominasi di angka 66,5?ri total KUR, meningkat dari 59,2 % di Januari–April 2025.
Baca juga: Masih Ada Tantangan, KUR dengan IP Masih Sulit Dapat Dukungan Perbankan
Peningkatan proporsi sektor produktif ini mencerminkan perbaikan kualitas penyaluran yang lebih terarah pada kegiatan ekonomi riil.
Pertumbuhan KUR yang dominan dibandingkan Kupedes yang turun 17 % secara tahunan di tiga bulan pertama 2026 berpotensi tidak menguntungkan imbal hasil pinjaman mikro secara keseluruhan, mengingat KUR memiliki bunga yang disubsidi pemerintah dan lebih rendah dari produk mikro komersial.
BBRI merupakan bank BUMN terbesar dengan fokus utama pada segmen mikro, kecil, dan menengah.
Dampak ke Profitabilitas dan Outlook
Tren ini melanjutkan pola di tiga bulan pertama 2026, saat KUR tumbuh 4 % secara tahunan sementara Kupedes mencatat kontraksi 17 % secara tahunan.
Pergeseran komposisi portofolio mikro dari Kupedes ke KUR berpotensi menekan NIM segmen mikro yang selama ini menjadi keunggulan utama BBRI.
Dinamika ini menjadi salah satu faktor yang menjelaskan tekanan NIM BBRI ke level 6,8 % di Januari–April 2026 dari 7,1 % di periode yang sama tahun 2025, serta kenaikan LDR dari 88 % di Januari–Maret 2025 menjadi 92 % per April 2026.
Analis mempertahankan rekomendasi Beli pada saham BBRI dengan target harga Rp4.800 per saham. Investor disarankan mencermati perkembangan komposisi portofolio mikro dan tren NIM di laporan kuartal II 2026 sebagai indikator utama apakah tekanan margin mulai mereda atau berlanjut. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Penyaluran-KUR-BRI.jpg)