Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 2 Juni 2026, "Hidup Benar dan Adil Melampaui Kuasa Duniawi"
Sebab kesuksesan besar seperti kuasa, harta, jabatan, kemewahan akan berlalu dan lenyap dari dalam diri manusia. Hal fana adalah fana.
Renungan Harian Katolik
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Selasa 2 Juni 2026
HIDUP BENAR DAN ADIL MELAMPAUI KUASA DUNIAWI MANA PUN
(2Ptr. 3:12-15a.17-18; Mzm. 90:2.3-4.10.14.15; Mrk. 12:13-17)
"Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah." (Mrk. 12:17)
Penguasa utama hidup manusia adalah Tuhan. Manusia siapa pun memiliki kerinduan terdalam untuk berbaring di pangkuan Sang Pemilik hidup.
Kuasa dan harta menyesatkan manusia. Ketika ia kenyang dan meiliki segalanya, Ia bertanya, "Siapa Tuhan itu?" Ketika ia lemah, rapuh dan tak berdaya terutama menjelang kebinasaaannya di sana harapan untuk mendapat kerahiman Allah sangat besar.
Sebab kesuksesan besar seperti kuasa, harta, jabatan, kemewahan akan berlalu dan lenyap dari dalam diri manusia. Hal fana adalah fana.
Pertanyaan membayar pajak atau tidak sangat tak bermakna. Tujuan bayar pajak bukan sekadar memenuhi kewajiban, tapi tersirat makna terdalam misi kemanusiaan yakni memajukan pembangunan, solidaritas sesama warga yang berlekurangan namun hidup wajar, aman dan mengalami hal-hal yang menyenangkan seperti menikmati fasilitas umum.
Bahwa kemudian pajak itu diselewengkan, menjadikannya tumpukan harga penguasa, itu lain masalahnya. Bagi Yesus hal bertujuan mulia tetap dijalankan dalam kebersamaan entah sebagai warga negara pun sebagai pengikut Tuhan.
Yesus menyentuh satu hal krusial yang seringkali lolos dari atensi manusia yaitu hak Allah. Siapa pun dia, manusia adalah milik Allah. Milik Kaisar adalah milik Allah. Ini politik religius yang Yesus mau tegaskan kepada dunia.
Hak Allah adalah seluruh diri dan segala sesuatu yang dimiliki. Persembahan diri dalam kebenaran dan keadilan bertindak jauh lebih unggul dari persembahan materi terbaik mana pun. Sebab itu Tuhan meminta satu hal yakni menyerahkan diri dalam pelayanan tanpa pamrih untuk menegakkan kebenaran dan keadilan dalam hidup bersama. Karena alasan itu hak harus dipenuhi sebagai ungkapan syukur atas hidup, rezeki, dan berkat-berkat yang diterima.
Kualitas iman selalu rentan di hadapan setan. Kuasa kegelapan dengan mudah mengalihkan dan menjerumuskan manusia dalam kesesatan yang membinasakan kelak.
Santo Petrus tegaskan agar para murid waspada dan teguh berdiri pada sisi kebenaran dan keadilan. "Bertumbuh dalam kasih karunia dan semakin mengenal Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus." (2Ptr. 12:18).
Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam." (Mzm. 90:3-4).
Segala milik manusia adalah milik Allah. Allahlah yang memelihara, merawat dan menjaga hidup kita. Hidup manusia beriman melekat pada Yesus. Allah sendiri menghendaki semua orang mengalami keselamatan dan damai-Nya dalam Kristus.
Oleh kuasa Roh Kudus, orang beriman sejati dituntun membaca Kitab Suci sebagai kompas rohani yang menyelamatkan. Sebab langit baru dan bumi baru itulah tempat kebenaran yang adil. Santo Petrus terus mengawasi agar waspada menghindari diri dari kesesatan setan.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/Pekan Biasa IX/A/II, 020626)
| Renungan Harian Katoik Senin 1 Juni 2026, "Menjadi Batu Penjuru" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 1 Juni 2026, "Cukupkan Diri Pada Berkat Tuhan yang Diterima" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 1 Juni 2026, "Menjadi Pengelola Kebun Anggur yang Setia" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 31 Mei 2026: Dicintai oleh Allah Tritunggal Yang Maha Kudus |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 31 Mei 2026, “Kasih Allah yang Menyelamatkan Dunia” |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pater-Fransiskus-Funan-Banusu-SVD.jpg)