Senin, 1 Juni 2026

Perang AS vs Iran

Serang Pangkalan Amerika Serikat, Iran: Setiap Serangan akan Dibalas!

Iran membalas serangan militer Amerika Serikat dengan menargetkan pangkalan udara AS.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
ISTIMEWA
Amerika Serikat umumkan perang berakhir, tapi jet tempur F/A-18 Super Hornet AS masih menyerang kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman. 

POS-KUPANG.COM - Iran membalas serangan militer Amerika Serikat dengan menargetkan pangkalan udara AS.

Serangan dilakukan beberapa jam setelah operasi militer AS yang disebut menargetkan menara telekomunikasi di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Pada Senin (1/6/2026), Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingati, setiap serangan lanjutan akan dibalas dengan respons yang “berbeda dalam skala dan sifatnya”.

“Setiap serangan lebih lanjut akan memicu respons yang berbeda dalam skala dan sifatnya,” demikian pernyataan IRGC.

IRGC menambahkan bahwa tanggung jawab atas eskalasi berikutnya berada di pihak AS. 

AS sebut serangan dilakukan untuk membela diri Dilansir The Guardian, militer AS sebelumnya mengumumkan telah melancarkan serangan yang disebut sebagai “serangan bela diri” terhadap lokasi radar dan pusat kendali drone Iran di bagian selatan negara itu pada akhir pekan.

Komando Pusat Militer AS (Centcom) menyatakan, operasi tersebut merupakan respons atas penembakan jatuh pesawat nirawak MQ-1 milik AS yang disebut sedang beroperasi di wilayah udara internasional.

Baca juga: AS Kembali Serang Iran, Sasar Radar hingga Pangkalan Militer

“Pesawat tempur AS dengan cepat merespons dengan menghancurkan pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan dua drone serang sekali pakai yang menimbulkan ancaman nyata bagi kapal-kapal yang melintas di perairan kawasan,” kata Centcom melalui platform X.

Centcom menambahkan bahwa AS akan terus melindungi aset dan kepentingannya selama gencatan senjata masih berlangsung.

Tak lama setelah itu, IRGC mengumumkan telah menargetkan “pangkalan udara tempat serangan itu berasal”, meski tidak menjelaskan lokasi pangkalan yang dimaksud. 

Sebelumnya, militer Kuwait mengumumkan sistem pertahanan udaranya mencegat serangan rudal dan drone yang disebut sebagai serangan bermusuhan. 

Menurut kantor berita negara Kuwait, KUNA, sirene peringatan sempat berbunyi di berbagai wilayah negara tersebut. Namun otoritas Kuwait tidak menjelaskan dari mana serangan itu berasal.

The Guardian mencatat bahwa sistem pertahanan udara Kuwait aktif mencegat rudal dan drone pada Senin, sementara negara itu menjadi lokasi salah satu pangkalan utama militer Amerika Serikat di kawasan.

Negosiasi AS-Iran masih buntu

Pertukaran serangan terbaru terjadi ketika negosiasi antara Washington dan Teheran masih menemui jalan buntu.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved