Intenasional Terkini
UEA Ikut Bombardir Iran dengan Puluhan Serangan
Serangan UEA itu dilaporkan berlangsung sejak awal perang hingga sehari setelah gencatan senjata diumumkan pada April lalu.
POS-KUPANG.COM, TEHERAN - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan ikut terlibat melancarkan puluhan serangan udara terhadap Iran dalam agresi AS dan Israel.
Serangan UEA itu dilaporkan berlangsung sejak awal perang hingga sehari setelah gencatan senjata diumumkan pada April lalu.
Keterlibatan itu jauh lebih dalam dari yang selama ini diketahui publik dalam kampanye udara yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Hal tersebut diungkapkan sejumlah pihak yang mengetahui perkara kepada Wall Street Journal.
Baca juga: Amerika Serikat Klaim Iran Siap Berdamai
Serangan-serangan itu dilakukan secara terkoordinasi dengan AS dan Israel, yang keduanya turut menyediakan intelijen.
Sejumlah target yang dibidik mencakup Pulau Qeshm dan Abu Musa di Selat Hormuz, Bandar Abbas, kilang minyak di Pulau Lavan di Teluk Persia, serta kompleks petrokimia Asaluyeh.
Sebagian serangan ditujukan terhadap fasilitas energi Iran sebagai respons atas serangan Teheran terhadap infrastruktur minyak dan gas UEA.
Sebelum perang meletus pada 28 Februari 2026, negara-negara Teluk menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun pangkalan mereka digunakan untuk serangan.
Namun, sebagian dari mereka mengubah sikap setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pusat-pusat populasi, infrastruktur energi, dan bandara di kawasan Teluk.
UEA menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Iran menghantam negara itu dengan lebih dari 2.800 rudal dan drone, jauh melampaui jumlah yang ditembakkan ke negara mana pun, termasuk Israel.
"UEA menyatakan Iran sepenuhnya bertanggung jawab atas serangan-serangan teroris ini beserta segala dampaknya," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Jumat (29/5/2026).
Gesekan dengan Arab Saudi
Sikap UEA yang agresif memperparah perpecahan di dalam kawasan Teluk. Pada awal April, Arab Saudi menyampaikan keluhannya kepada AS bahwa serangan-serangan UEA meningkatkan risiko fasilitas energi regional terkena serangan balik Iran.
Riyadh pun mendesak Washington agar menekan Abu Dhabi untuk menghentikan serangan balasan dan bergabung dalam upaya diplomatik kawasan.
Arab Saudi, yang menghadapi serangan Iran lebih sedikit dan tak separah UEA, memilih jalur berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-perang-Amerika-dan-Israel-vs-Iran.jpg)