Senin, 1 Juni 2026

Perang AS vs Iran

AS Kembali Serang Iran, Sasar Radar hingga Pangkalan Militer

Selama akhir pekan kemarin, militer AS kembali menyerang situs radar dan pengendali drone Iran.  

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
Wikipedia
Drone militer Amerika Serikat. Terbaru, AS kembali menyerang Iran pada Senin (1/6/2026). 

POS-KUPANG.COM - Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari kesepakatan damai. Selama akhir pekan kemarin, militer AS kembali menyerang situs radar dan pengendali drone Iran.  

Komando Pusat AS (Centcom) melakukan serangan bela diri terhadap situs radar dan komando serta kendali drone Iran di Goruk, Iran dan Pulau Qeshm.

Demikian kata Centcom dalam sebuah unggahan di X. Serangan itu diklaim sebagai tanggapan atas penembakan jatuh pesawat tak berawak MQ-1 milik AS.

Pada saat bersamaan, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, mereka telah menargetkan pangkalan yang digunakan oleh militer Amerika Serikat untuk menyerang wilayah Iran.

Lokasi pangkalan tersebut tidak disebutkan dalam pernyataan yang disiarkan oleh IRIB dan media pemerintah lainnya.

Sebelumnya, militer Kuwait mengeklaim pertahanan udara mereka sedang menanggapi serangan pesawat tak berawak dan rudal. Sirene serangan udara bahkan sempat berbunyi di seluruh wilayah Kuwait.

Baca juga: UEA Ikut Bombardir Iran dengan Puluhan Serangan

"Staf Umum Angkatan Darat ingin memberitahukan bahwa suara ledakan yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh ini," bunyi pernyataan Angkatan Darat Kuwait dalam sebuah unggahan di akun X.

Sebelumnya,  Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah memperketat persyaratan dalam draf kesepakatan potensial untuk mengakhiri perang di Iran.  

AS bahkan telah mengirimkan usulan perubahan klausul tersebut agar dipertimbangkan oleh Teheran, dikutip dari New York Times, Minggu (31/5/2026).

Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran Trump terkait konsesi finansial yang mungkin menguntungkan Iran.  

Dua pejabat AS mengungkapkan, Trump sangat prihatin dengan beberapa poin kesepakatan yang mencakup pencairan dana Iran yang dibekukan.

Namun, belum diketahui secara pasti perubahan apa saja yang telah dilakukan pada kerangka perjanjian tersebut. 

Pejabat itu menambahkan, perubahan yang dilakukan Trump berpotensi dimaksudkan untuk mempercepat proses dengan menekan Iran agar menerima kerangka kerja yang telah dikirim kepada pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei untuk disetujui. 

Baca juga: AS Tegaskan Mampu Perang Lagi Lawan Iran

Karena sulitnya berkoordinasi dengan pemimpin tertinggi saja Iran, setiap perubahan pada dokumen yang dikenal sebagai nota kesepahaman ini dapat berarti penundaan tambahan.

Pada Jumat (29/5/2026), Trump bertemu selama dua jam di Ruang Situasi dengan para pembantu utamanya untuk membahas pengakhiran perang, tetapi meninggalkan pertemuan tanpa pengumuman apa pun.

Kerangka kerja tersebut secara efektif akan mengakhiri kampanye militer AS-Israel terhadap Iran sebagai imbalan atas pencabutan blokade Iran terhadap Selat Hormuz.

Beberapa isu yang paling pelik, seperti masa depan program nuklir Iran, akan ditunda hingga putaran pembicaraan selanjutnya. (*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved