Rabu, 27 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

Rusia Gempur Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal

Rusia menggempur Kota Kyiv dan sejumlah wilayah Ukraina pada Minggu (24/5/2026).

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
ALEXANDER KAZAKOV/SPUTNIK
Presiden Rusia Vladimir Putin 

Putin akui balas dendam Serangan besar Rusia terjadi setelah Ukraina meluncurkan serangan drone ke Starobilsk, wilayah Ukraina yang diduduki Rusia di Lugansk. 

Moskwa mengatakan serangan drone Ukraina menghantam asrama perguruan tinggi dan menewaskan sedikitnya 18 orang serta melukai 42 lainnya. 

Ukraina membantah menargetkan warga sipil dan menyebut sasaran mereka adalah unit drone Rusia yang berada di area tersebut. 

Kementerian luar negeri Rusia pada Jumat memperingatkan bahwa pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi “hukuman berat yang tak terhindarkan”. 

Kementerian darurat Rusia mengatakan, dua jasad tambahan ditemukan dari reruntuhan asrama di Starobilsk sehingga jumlah korban tewas menjadi 18 orang.

Baca juga: DK Rusia: Gencatan Senjata Kamuflase AS Siapkan Serangan Darat

 

Menurut daftar korban yang dipublikasikan gubernur Lugansk bentukan Moskwa, Leonid Pasechnik, sebagian besar korban tewas dan hilang merupakan perempuan muda kelahiran 2003 hingga 2008.

Kepala diplomasi Uni Eropa Kaja Kallas mengecam serangan Rusia ke Kyiv. “Rusia menemui jalan buntu di medan perang, sehingga meneror Ukraina dengan serangan sengaja ke pusat kota,” tulisnya di X. 

“Moskwa dilaporkan menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik—sistem yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir—sebagai taktik menakut-nakuti politik dan permainan berbahaya di ambang perang nuklir.” 

Presiden Perancis Emmanuel Macron juga mengkritik serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “jalan buntu perang agresi Rusia”. (*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved