Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 20 Mei 2026, "Mereka Menjadi Satu"
Pada bacaan ini (Kis 20:28-38) Paulus menasihati para penatua di Efesus dengan gambaran yang kuat: mereka adalah penilik kawanan, bukan pemilik.
Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Rabu Pekan Paskah VII– 20 Mei 2026
Bacaan I: Kis. 20: 28-38
Injil: Yoh. 17: 11b-19
Tema: “Mereka menjadi satu”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Sebuah komunitas bisa cepat retak ketika tiap orang sibuk dengan kehendaknya sendiri, atau ketika luka-luka masa lalu dibiarkan mengeras. Namun pada malam menjelang sengsara-Nya, Yesus justru berdoa untuk kesatuan: “Mereka menjadi satu.”
Dalam doa itu, kita belajar bahwa kesatuan Gereja bukan hanya hasil kesepakatan manusia, melainkan buah dari karya Allah. Hari ini kita diajak melihat bagaimana Tuhan membentuk kesatuan melalui iman, tanggung jawab, dan pengudusan.
Saudara-saudari terkasih
Pada bacaan ini (Kis 20:28-38) Paulus menasihati para penatua di Efesus dengan gambaran yang kuat: mereka adalah penilik kawanan, bukan pemilik.
Paulus menekankan dua hal: pertama, komunitas “dibeli dengan darah”. Karena itu mereka harus berjaga-jaga terhadap ajaran yang menyimpang dan menjaga umat tetap hidup dalam iman.
Kedua, Paulus juga menunjukkan cara menjaga kesatuan: memberi perhatian, mendidik, dan berserah pada Tuhan bahkan ketika ada kerinduan perpisahan.
Dalam Injil (Yoh 17:11b-19) Yesus melanjutkan doanya: Ia tidak hanya memohon agar murid-murid “dijaga”, tetapi juga agar mereka menjadi satu.
Dalam doa itu ada dua unsur penting: pertama, murid-murid berada “di dunia”, sehingga mereka perlu penjagaan. Kedua, kesatuan terjadi “dalam nama” Yesus dan diikat oleh Sabda: Yesus menguduskan diri, dan memohon agar murid-murid dikuduskan dalam kebenaran. Jadi, kesatuan bukan berarti menyamakan semua pendapat, melainkan dibentuk oleh kebenaran dan kasih Allah yang menyatukan.
Refleksi kita adalah “Menjadi satu”: di mana kita paling sulit menjadi “satu” dengan orang lain?Apakah karena prasangka, kebiasaan membela diri, atau luka yang belum disembuhkan?
Permenungan kita: kesatuan apa yang Tuhan undang untuk kita bangun di keluarga, komunitas lingkungan, atau tempat kerja?
“Dalam kebenaran”: Apakah cara kita menjaga iman lebih dekat kepada “menguduskan dalam kebenaran” atau hanya “menang pendapat”?
Yohanes menekankan kebenaran dan Sabda. Permenungan kita: tanyakan pada diri: ketika kita berbeda pandangan, apakah kita tetap setia pada kasih dan hormat? “Penjaga kesatuan”: Bagaimana saya bisa menjadi “penjaga kesatuan” secara konkret minggu ini?
Permenungan kita: apakah kita lebih memilih menjaga kesatuan atau menjadi pemecah persatuan? Pilih satu tindakan: lebih dulu mendengarkan, menghindari kata-kata yang memecah, berdamai, berdoa bagi orang yang berbeda, atau ikut bertanggung jawab dalam pelayanan komunitas.
| Renungan Harian Katolik Selasa 19 Mei 2026, "Dipelihara dalam Persatuan oleh Kasih dan Kebenaran" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 19 Mei 2026, "Aku Berdoa untuk Mereka" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 19 Mei 2026, "Dunia Menantang Bersaksi Tentang Iman dan Hidup Kekal" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 18 Mei 2026, "Aku Telah Mengalahkan Dunia" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 18 Mei 2026, "Kuatkan Hatimu, Aku Telah Mengalahkan Dunia" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-Bruder_05.jpg)