Internasional Terkini
Trump Disebut Makin Frustrasi Hadapi Iran
Menurut laporan tersebut, terdapat perbedaan pandangan di dalam kabinet Trump mengenai langkah selanjutnya menghadapi Iran.
Kunjungan ke China tak hasilkan terobosan soal Iran
Rasa frustrasi Trump juga semakin terasa ketika kunjungannya ke China, sekutu dekat Iran, dan bertemu Presiden Xi Jinping tidak membuahkan hasil signifikan terkait penanganan situasi di Timur Tengah, terutama terkait blokade Teheran di Selat Hormuz.
Berbicara kepada wartawan dalam perjalanan kembali ke Washington, Trump mengklaim Xi Jinping ingin Selat Hormuz kembali dibuka dan sepakat bahwa Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.
Namun, pernyataan tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan China sebelumnya.
"Ia ingin melihat perang ini berakhir. Ia ingin membantu. Jika ia ingin membantu, itu bagus. Tapi kami tidak membutuhkan bantuan," kata Trump kepada Bret Baier dari Fox News dalam wawancara yang ditayangkan Jumat (15/5).
Sejumlah pejabat pemerintahan mengatakan mereka ingin melihat terlebih dahulu hasil pembicaraan antara Trump dan Xi sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait Iran
Kini Trump harus memutuskan apakah melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran merupakan pilihan terbaik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung jauh melampaui enam minggu yang awalnya ia perkirakan.
Perang yang dipicu Trump ini juga bahkan meluas hingga memicu kenaikan harga bahan bakar hingga krisis energi di berbagai negara di dunia dan menurunkan tingkat persetujuan publik terhadap penanganan ekonomi pemerintahannya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Presiden-AS-Donald-Trump-mengumumkan-perpanjangan-gencatan-senjata.jpg)