Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 4 Mei 2026, "Setia Berpegang pada Perintah Tuhan"
Kasih Tuhan bukan hanya terbatas pada kata-kata, tetapi pada pengalaman yang nyata, yaitu saat Dia menyatakan diri-Nya dalam hidup kita.
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor NTT
Senin, 4 Mei 2026
Hari Biasa Pekan V Paskah
Kis 14:5-18; Mzm 115:1-2.3-4.15-16; Yoh 14:21-26.
Warna Liturgi Putih
"Setia Berpegang pada Perintah Tuhan"
Kesetiaan kepada perintah Tuhan bukan sekadar soal ketaatan lahiriah, tetapi tentang relasi yang hidup dengan-Nya. Dalam Injil Yohanes, Yesus berkata bahwa siapa yang memegang perintah-Nya dan melakukannya, dialah yang mengasihi Dia.
Kasih sejati kepada Tuhan selalu terlihat dalam tindakan nyata—dalam pilihan hidup, sikap hati, dan kesediaan untuk tetap berjalan di jalan-Nya meskipun tidak mudah.
Kasih Tuhan bukan hanya terbatas pada kata-kata, tetapi pada pengalaman yang nyata, yaitu saat Dia menyatakan diri-Nya dalam hidup kita.
Yesus memberi jaminan yang luar biasa bagi mereka yang setia berpegang pada perintah-Nya: mereka akan dikasihi oleh Bapa, dan Yesus pun akan menyatakan diri-Nya kepada mereka. Ini adalah janji yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Ketika kita memilih untuk taat, Tuhan bukan hanya memberi kita petunjuk hidup yang benar, tetapi juga sebuah hubungan yang lebih dekat dan intim dengan-Nya.
Pasca kebangkitan Kristus, para rasul berhadapan dengan berbagai tantangan dalam karya kerasulan mereka. Kali ini mereka menghadapi penolakan dan kesalahpahaman dari para pendengar (bacaan pertama, Kis. 14:5-18).
Berawal dari penolakan di Ikonium, Paulus dan Barnabas pergi ke Listra. Di sini mereka menghadapi umat yang salah paham setelah melihat mukjizat penyembuhan terhadap seorang yang lumpuh.
Orang-orang di kota itu tidak peduli dengan pewartaan Paulus dan Barnabas. Yang mereka perhatikan hanyalah mukjizat penyembuhan saja, padahal pewartaan yang disampaikan kedua rasul jauh lebih penting daripada itu.
Dalam Kisah Para Rasul, kita melihat bagaimana Paulus dan Barnabas tetap setia memberitakan Injil meski menghadapi penolakan, ancaman, bahkan bahaya. Mereka tidak goyah oleh tekanan.
Mengapa? Karena mereka tidak berjalan dengan kekuatan sendiri. Mereka sadar bahwa Tuhan yang memanggil juga menyertai. Kesetiaan mereka menjadi kesaksian yang hidup, sehingga banyak orang mulai melihat karya Allah melalui mereka.
Sering kali kita juga menghadapi situasi yang menggoda kita untuk berkompromi—entah itu karena tekanan lingkungan, ketakutan, atau keinginan untuk mencari kenyamanan. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa Roh Kudus adalah Penolong yang tinggal di dalam kita.
Ia mengajar, mengingatkan, dan menuntun kita untuk tetap berada dalam kebenaran. Kita tidak pernah sendirian dalam usaha untuk setia.
Berpegang pada perintah Tuhan bukan berarti hidup tanpa pergumulan, tetapi berarti tetap memilih Tuhan di tengah pergumulan. Justru di sanalah kita menemukan bahwa kesetiaan membuka pintu bagi penyertaan dan damai sejahtera yang sejati.
Doa: Tuhan, ajar aku untuk setia bukan hanya dalam kata, tetapi dalam tindakan. Kuatkan aku saat aku lemah, dan ingatkan aku akan firman-Mu saat aku mulai goyah. Biarlah Roh Kudus menuntun setiap langkahku, agar hidupku menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Mu. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Minggu Paskah V, Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (Pastor John Lewar SVD)
| Renungan Harian Katolik Senin 4 Mei 2026, "Kesuksesan: Godaan Antara Keagungan Diri" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 3 Mei 2026, Yesus, Jalan, Kebenaran, dan Hidup |
|
|---|
| Renungan Katolik Minggu 3 Mei 2026, 'Yesus Kristus : Jalan Benar Menuju Kehidupan' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 3 Mei 2026, “Rumah BapaKu" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 2 Mei 226, "Aku di Dalam Bapa" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD.jpg)