Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 2 Mei 226, "Aku di Dalam Bapa"
Injil hari ini membawa kita pada pusat iman itu: Yesus menjelaskan bahwa Ia dan Bapa bukan dua realitas yang terpisah
Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon, SVD
Hari Sabtu Biasa Pekan Paskah keempat– 2 Mei 2026
PW St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja
Bacaan I: Kis. 13:44-52
Injil: Yoh. 14:7-14
Tema: “Aku di dalam Bapa”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Pada Sabtu Pekan Paskah ini, Gereja merayakan Pesta Wajib St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja. St. Atanasius terkenal karena meneguhkan iman akan misteri Kristus—bahwa Yesus sungguh Allah dan berada dalam kesatuan yang hidup dengan Bapa.
Injil hari ini membawa kita pada pusat iman itu: Yesus menjelaskan bahwa Ia dan Bapa bukan dua realitas yang terpisah, melainkan satu kepenuhan kasih “Aku di dalam Bapa.”
Peringatan St. Atanasius ini mengajak kita tidak hanya “mengagumi Yesus”, tetapi sungguh berpegang pada identitas-Nya.
Saudara-saudari terkasih.
Bacaan perikop ini (Kis 13:44-52) Paulus dan Barnabas menghadapi situasi yang kontras: banyak orang yang mendengar tertarik, tetapi yang lain menolak dan menimbulkan pertentangan.
Namun kabar baik tidak berhenti: Paulus mengatakan bahwa mereka beralih kepada bangsa-bangsa lain.
Dalam bacaan ini tampak bahwa pewartaan dapat ditolak, tetapi Tuhan tetap mengarahkan pewartaan-Nya untuk membawa keselamatan. Dalam Injil (Yoh 14:7-14) Yesus berkata bahwa siapa yang melihat Dia, melihat Bapa.
Filipus belum memahami kesatuan itu, lalu Yesus menjelaskan: Ia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia.
Yesus juga menegaskan kuasa doa dalam iman: siapa yang percaya kepada-Nya akan melakukan karya-karya yang lebih besar, karena Yesus kembali kepada Bapa. Poin refleksi kita adalah “Aku di dalam Bapa”: apa arti bagi iman kita saat ini?
Permenungan kita: bagi kita, Yesus itu hanya “utusan”, atau sungguh Allah yang hidup dalam kesatuan kasih dengan Bapa?
Jika Yesus benar-benar “di dalam Bapa”, maka iman kita tidak berdiri pada usaha manusia semata, tetapi pada Pribadi yang setia. “Ketika kabar baik ditolak”: Bacaan Kisah Para Rasul menunjukkan pewartaan bisa ditentang atau ditolak.
Permenungan kita: dalam hidup kita, apakah kita mudah kecewa, marah, atau menyerah ketika pelayanan/ kesaksian kita kurang diterima?
Hari ini kita belajar untuk melakukan tugas dengan setia dan serahkan hasilnya pada Tuhan. “Tinggal dalam Kristus”: Yesus mengaitkan kehadiran-Nya yang menyatu dengan Bapa dengan kuasa doa.
| Renungan Harian Katolik 2 Mei 2026, "Mengenal Yesus, Tidak Mengenal Bapa-Nya" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 1 Mei 2026, "Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 1 Mei 2026, “Jalan, Kebenaran, dan Hidup” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 1 Mei 2026, "Hati Gelisah: Menggapai Kepastian Dalam Ketidakpastian |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Kamis 30 April 2026, "Musuh Dalam Selimut" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-Bruder_05.jpg)