Jumat, 17 April 2026

Internasional Terkini

Pakistan Soal Perundingan AS dan Iran: Tidak Ada Kebuntuan

Hal rinci terkait delegasi AS dan Iran nantinya merupakan urusan internal pihak-pihak yang bersangkutan.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif 

POS-KUPANG.COM, ISLAMABAD -- Pihak pemerintah Pakistan selaku pihak mediator menegaskan tidak ada kebuntuan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi mengatakan Amerika Serikat dan Iran tetap bersedia untuk terlibat dalam dialog berkelanjutan dan mendesak agar tak ada spekulasi terkait rencana pembicaraan kedua di Islamabad.

Hal rinci terkait delegasi AS dan Iran nantinya merupakan urusan internal pihak-pihak yang bersangkutan.

Baca juga: Iran Tawarkan Kesepakatan ke AS Soal Selat Hormuz 

Berbicara dalam konferensi pers di Islamabad, Andrabi menyampaikan bahwa program nuklir Iran termasuk di antara isu yang dibahas dalam negosiasi yang sedang berlangsung, di mana itu ia gambarkan sebagai hal serius dan konstruktif.

"Tidak ada terobosan maupun kebuntuan," ucapnya, seraya menambahkan bahwa isu nuklir tetap menjadi topik utama.

Komentar tersebut muncul ketika Pakistan meningkatkan upaya mediasi setelah pembicaraan selama 16 jam antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif sedang melakukan kunjungan regional ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki; sementara Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir ke Iran untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Iran.

Pakistan menjadi tuan rumah negosiasi antara AS dan Iran setelah berhasil menengahi gencatan senjata selama 14 hari mulai 8 April lalu.

Andrabi juga mengutuk serangan Israel di Lebanon, dengan mengatakan bahwa situasi di sana merupakan bagian dari negosiasi yang lebih luas dan proses perdamaian regional.

Dia mengatakan “tanda-tanda perbaikan” di wilayah konflik Israel-Lebanon merupakan hal menggembirakan.

"Deeskalasi akan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog," ujar Andrabi. (*)

 

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved