Internasional Terkini
Iran Tawarkan Kesepakatan ke AS Soal Selat Hormuz
Konflik di Timur Tengah dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
POS-KUPANG.COM, TEHERAN -- Pemerintah Iran kini memberi penawaran proposal baru terkait situasi di Selat Hormuz dalam negosiasi mereka dengan Amerika Serikat (AS).
Teheran dilaporkan bersedia mengizinkan kapal-kapal melintas dengan bebas di wilayah perairan Oman tanpa risiko serangan.
Melansir Reuters, Kamis (16/4/2026), langkah ini diajukan sebagai bagian dari kesepakatan untuk mencegah konflik baru, asalkan kesepakatan akhir dapat dicapai untuk mengakhiri konflik.
Baca juga: Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz 24 Jam Pertama, Pelabuhan Iran Lumpuh
Konflik di Timur Tengah dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Iran pun membalas serangan dan menutup Selat Hormuz, jalur yang menangani sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dunia.
Selat Hormuz merupakan jalur air sempit sepanjang 34 kilometer yang menghubungkan kawasan Teluk dengan Samudra Hindia.
Selain rute utama bagi pasokan energi dari Timur Tengah, Selat Hormuz juga merupakan jalur krusial bagi serta komoditas penting lainnya, termasuk pupuk.
Sejak perang pecah pada 28 Februari lalu, ratusan kapal tanker dan kapal lainnya, serta sekitar 20.000 pelaut, terjebak di dalam kawasan Teluk.
Meski gencatan senjata selama dua minggu telah berlaku sejak 8 April dan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang hampir berakhir, kendali atas Selat Hormuz tetap menjadi isu krusial dalam meja perundingan.
Syarat dan detail proposal
Sumber yang menolak disebutkan identitasnya tersebut mengungkapkan bahwa Iran bersedia membiarkan kapal menggunakan sisi lain dari Selat Hormuz yang masuk dalam wilayah perairan Oman, tanpa hambatan dari pihak Tehran.
Namun, proposal ini membawa catatan penting. Iran menekankan bahwa tawaran tersebut sangat bergantung pada kesiapan Washington untuk memenuhi tuntutan Tehran.
"Proposal tersebut bergantung pada apakah Washington siap memenuhi tuntutan Tehran, sebuah kondisi yang menjadi pusat bagi setiap potensi terobosan terkait Selat Hormuz," tambah sumber tersebut.
Meski demikian, belum ada kejelasan apakah Iran juga setuju untuk membersihkan ranjau yang mungkin telah dipasang di jalur tersebut.
Selain itu, apakah semua kapal, termasuk yang terkait dengan Israel, akan diizinkan melintas dengan bebas.
Pihak Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri Iran sendiri belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan ini. Sementara itu, sumber keamanan Barat menyebutkan bahwa proposal ini memang sedang dalam pengerjaan, meski belum jelas bagaimana respons dari Washington.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kapal-tanker-di-selat-hormuz_01.jpg)