KKB Papua
KKB Pulon Wonda Sempat Terkapar di Puncak Jaya, Kini Siap-siap Hadapi Hukuman
Aparat menembak kaki Pulon Wonda yang merupakan pelaku berbagai aksi penembakan dan penyerangan,
POS-KUPANG.COM, JAYAPURA -- Pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua, Pulan Wonda kini bersiap menghadapi hukuman.
Satgas Damai Cartenz (Satgas ODC) memastikan penegakan hukuman untuk bekas DPO itu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Setelah sempat dilumpuhkan dengan timah panas saat penangkapan di Kampung Pruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, kini Pulon Wanda dibawa ke Markas Polda Papua di Jayapura pada Senin (6/4/2026).
Baca juga: Usai Tangkap KKB Pulan Wonda, Satgas Dalami Potensi Keterlibatan Pihak Lain
Penembakan aparat terhadap kaki Pulon Wonda yang merupakan pelaku berbagai aksi penembakan dan penyerangan, baik kepada anggota TNI-Polri maupun warga sipil itu dilakukan karena selain berusaha melawan, juga hendak melarikan diri ketika ditangkap.
"Personel Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz sudah bertindak sesuai SOP saat melakukan penangkapan (Pulon Wonda) pada Jumat (2/4)," kata Kaops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Rahmadani dikutip dari KBRN pada Rabu.
Akibat luka tembak yang dialami pada bagian kakinya, Pulon Wonda pun sempat dirawat di RS Bhayangkara Jayapura setelah sebelumnya dievakuasi dari Mulia.
Terlibat berbagai aksi teror dan kriminal
Pulon Wonda yang merupakan anggota KKB Kodap XII Lanny Jaya terlibat dalam berbagai aksi yang dilakukan dari tahun 2010-2014, termasuk kasus penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua yang saat itu dijabat Irjen Pol Tito Karnavian pada 28 November 2012.
Penembakan tersebut saat rombongan Kapolda Papua itu hendak berkunjung ke Polsek Pirime, yang sehari sebelumnya diserang dan dibakar KKB hingga menewaskan tiga anggota Polri, termasuk Kapolsek Pirime Rolfi Takubessy.
Dia menyebutkan beberapa kasus yang melibatkan Puron Wonda, antara lain pada 2010 melakukan penghadangan dan penembakan terhadap pengendara mobil Ranger Fort dan tukang ojek di Kali Semen Puncak Senyum Kampung Wandenggobak Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya.
Peristiwa ini menyebabkan Lince Telenggen mengalami luka tembak di bagian kepala, Yainal dan Ahmad Soleha meninggal dan Yokilekwo mengalami luka tembak di siku tangan kanan.
Selanjutnya, pada 2010 melakukan penghadangan dan penembakan terhadap anggota Brimob dan Polres Puncak Jaya di Air Terjun Kampung Lumbuk Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya menyebabkan tiga anggota, yakni Bripka Kamarul Huda, Brigadir Adam Anoh dan Brigadir Hairudin Hamid mengalami luka tembak.
Berikutnya, pada 2010 penembakan terhadap rombongan Kasat Brimob Polda Papua dan Wadir Intelkam Polda Papua di Kampung Sanoba menyebabkan Bripda Ahmad Mualam meninggal akibat luka tembak serta Bripda Yadi Prayitno dan Brigadir Dwi Haryono alami luka tembak dan terkena serpihan proyektil.
Lalu, pada 5 Januari 2012, di Kampung Wuyukwi Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, terjadi kontak senjata antara anggota Pos Merah Putih dengan KKB. Pada 28 Januari 2012, di Kampung Wandenggobak Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, penembakan terhadap anggota Brimob BKO Polres Puncak Jaya hingga Briptu Sukarno gugur akibat luka tembak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/KKB-Pulan-Wanda-saat-dievakuasi-ke-Jayapura-oleh-Satgas-Damai-Cartenz.jpg)