Selasa, 21 April 2026

Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan

Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski menghadapi tekanan anggaran serta kritik terkait pelaksanaannya. 

Editor: Alfons Nedabang
DOK. POS-KUPANG.COM
MBG - Siswa/siswi SMKN 1 Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski menghadapi tekanan anggaran serta kritik terkait pelaksanaannya. 

Program tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

MBG juga menekan angka stunting dan memperkuat fondasi pembangunan generasi mendatang.

Hal ini ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto. “Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," ujar Presiden Prabowo, dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI pada Minggu (22/3/2026).

Menurut Presiden Prabowo, program MBG ini merupakan tindak lanjut dari hasil penyerapan aspirasi masyarakat selama masa kampanye. 

"Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya, aku yakin, saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” ujar Prabowo.

Prabowo memandang program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok pangan.

“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31.000 dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30.000 dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja," ujar dia.

Ia merinci setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dapat menciptakan 5–10 vendor pemasok bahan pangan di tiap dapur.

Baca juga: Gubernur NTT Minta Pemerintah dan Masyarakat Sukseskan Program MBG dan Kopdes Merah Putih di SBD

"Yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” ujar Prabowo.

Mengenai berbagai kritik dan temuan di lapangan, Presiden mengakui masih terdapat kekurangan dalam implementasi program, namun pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk melakukan penertiban.

“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” ungkap dia.

Presiden menegaskan pembiayaan program ini tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi dan pengurangan kebocoran anggaran negara.

“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegas Prabowo.

Presiden Prabowo menambahkan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat luas, khususnya kelompok bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.

“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” tutup Prabowo. (*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved