Rabu, 6 Mei 2026

Mutiara Ramadhan

Mutiara Ramadhan - Kekuatan Doa Ramadan

Orang yang malas berdoa menunjukkan keangkuhannya sebagai hamba, ia tidak membutuhkan bantuan Tuhan.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM
Menteri Agama, KH. Nasaruddin Umar. 

Jika Allah Sang maha Pencinta dan Maha tahu menganganggap jenis permohonan kita justru akan membahayakan kita, terutama menjauhkan kita dengan-Nya, maka Tuhan mengenyampingkan materi doa kita. 

Persis sebagai seorang anak kecil yang meminta mainan berupa gelas kaca atau pisau kepada ibunya. Penolakan permintaan itu bukan berarti tidak cinta tetapi sebaliknya karena sang ibu mencintai anaknya. 

Kita tidak boleh salah faham terhadap Tuhan dengan penolakan doa kita. Kita juga tidak boleh berpuas diri dengan pengabulan doa kita.

Boleh jadi rezki Allah turunkan ke bumi bersama kita tetapi kita tidak lagi pernah naik ke atas bersama-Nya. 

Sebaliknya penolakan doa bisa berarti Tuhan ingin mengangkat diri kita ke hadirat-Nya dan sekaligus memperlihatkan betapa banyak yang jauh lebih indah dan lebih baik di sana yang tidak pernah kita minta. 

Sehingga, sebanyak dan sebesar apapun  permohonan kita jauh lebih indah dengan kenyataan 
yang ada di sana.

Orang yang sudah naik ke atas tidak perlu lagi rezki dan anugrah lainnya. Seolah-olah ia melihat alangkah kecilnya pemohonan manusia disbanding dengan sesuatu yang diperoleh di sana. 

Bahkan ia berkata: “Ambil saja syurga itu. Aku tidak memerlukan syurga itu karena aku sudah bersama dengan Sang Pencipta syirga”. 

Seolah-olah syurga dan neraka menjadi urusan orang awam. Sedangkan orang-orang yang khawas sudah melewati kebutuhan tahapan itu. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved