Mutiara Ramadhan
Mutiara Ramadhan - Kekuatan Doa Ramadan
Orang yang malas berdoa menunjukkan keangkuhannya sebagai hamba, ia tidak membutuhkan bantuan Tuhan.
Jika Allah Sang maha Pencinta dan Maha tahu menganganggap jenis permohonan kita justru akan membahayakan kita, terutama menjauhkan kita dengan-Nya, maka Tuhan mengenyampingkan materi doa kita.
Persis sebagai seorang anak kecil yang meminta mainan berupa gelas kaca atau pisau kepada ibunya. Penolakan permintaan itu bukan berarti tidak cinta tetapi sebaliknya karena sang ibu mencintai anaknya.
Kita tidak boleh salah faham terhadap Tuhan dengan penolakan doa kita. Kita juga tidak boleh berpuas diri dengan pengabulan doa kita.
Boleh jadi rezki Allah turunkan ke bumi bersama kita tetapi kita tidak lagi pernah naik ke atas bersama-Nya.
Sebaliknya penolakan doa bisa berarti Tuhan ingin mengangkat diri kita ke hadirat-Nya dan sekaligus memperlihatkan betapa banyak yang jauh lebih indah dan lebih baik di sana yang tidak pernah kita minta.
Sehingga, sebanyak dan sebesar apapun permohonan kita jauh lebih indah dengan kenyataan
yang ada di sana.
Orang yang sudah naik ke atas tidak perlu lagi rezki dan anugrah lainnya. Seolah-olah ia melihat alangkah kecilnya pemohonan manusia disbanding dengan sesuatu yang diperoleh di sana.
Bahkan ia berkata: “Ambil saja syurga itu. Aku tidak memerlukan syurga itu karena aku sudah bersama dengan Sang Pencipta syirga”.
Seolah-olah syurga dan neraka menjadi urusan orang awam. Sedangkan orang-orang yang khawas sudah melewati kebutuhan tahapan itu. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Menteri-Agama-Nasaruddin-Umar-Mutiara-Ramadhan.jpg)