Selasa, 21 April 2026

KKN Kolaboratif Internasional

Mahasiswa IPB University Laksanakan KKN Internasional di Timor Leste

KKN Internasional berlangsung pada 26 Februari hingga 13 Maret 2026 di Aileu, Timor Leste.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO/IPB University
Mahasiswa IPB University saat KKN Internasional di Distrik Aileu Timor Leste 

POS-KUPANG.COM, DILI - Sebanyak 10 mahasiswa IPB University mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Timor Leste.

Mereka membawa berbagai inovasi untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam di bidang pertanian, perikanan, dan perubahan cuaca. 

KKN Internasional berlangsung pada 26 Februari hingga 13 Maret 2026 di Aileu, Timor Leste.

Baca juga: Ekspansi Pendidikan ke Timor Leste, UGM Akan Gelar KKN Internasional dan Bentuk Kagama

Dikutip dari laman resmi IPB University, program KKN Internasional tersebut bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan produksi pangan dan perubahan iklim.

Pada sektor pertanian, kegiatan difokuskan pada pengembangan vertical garden serta pemanfaatan Trichoderma, jamur antagonis yang berperan penting sebagai agen hayati untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanaman.

Saat mengenalkan teknologi perbanyakan Trichoderma ke masyarakat Aileu, Kamis (5/3/2026), Yosafat Dimas Anandita, salah satu perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa jamur dapat dimanfaatkan sebagai pupuk biologis sekaligus biofungisida alami yang mampu membantu mengendalikan berbagai penyakit tanaman. 

Ia mengatakan, Trichoderma dapat membantu menekan perkembangan jamur patogen penyebab penyakit akar seperti fusarium, rhizoctonia, dan phytophthora.

Jamur, kata sia, juga mampu merangsang pertumbuhan akar, mempercepat penguraian bahan organik di dalam tanah, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai stres lingkungan.

Dosen pembimbing lapang, Wildan Nurussalam, SPi, MSi, menambahkan, mahasiswa KKN Internasional di Timor Leste juga mengembangkan sistem akuaponik, teknologi maskulinisasi ikan nila, dan pemanfaatan probiotik dalam pakan ikan. 

“Sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim, tim IPB juga akan memasang Automatic Weather System (AWS) guna mendukung sistem pemantauan cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dinamika iklim,” imbuhnya.

Kepala desa setempat, Felisberto, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa.

“Program yang dibawa oleh mahasiswa IPB ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap pengetahuan seperti ini bisa terus dikembangkan karena dapat membantu petani menerapkan praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelumnya, tim KKN Internasional secara resmi diterima oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili pada Rabu (26/2). Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste, Okto Donirus Manik, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa IPB di Timor Leste

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan komitmen IPB dalam memperluas kontribusi pengembangan pertanian dan perikanan hingga ke tingkat internasional.

Ia berpesan agar mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah pada produk lokal, seperti pengembangan pangan olahan berbasis ikan yang masih terbatas di Timor Leste, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved