Selasa, 21 April 2026

Idul Fitri 2026

Ini Perkiraan Lebaran Versi Muhammadiyah dan Pemerintah, Ada Potensi Berbeda Lagi?

Perbedaan diprediksi kembali terulang pada Idul Fitri 2026 . Ini Perkiraan Lebaran versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Ilustrasi
PERKIRAAN IDUL FITRI 2026 - Hilal Penentuan Idul Fitri 2026. Ini Perkiraan Lebaran Versi Muhammadiyah dan Pemerintah, Ada Potensi Berbeda Lagi? 

Sidang tersebut direncanakan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi yang berada di kompleks kantor Kementerian Agama di Jakarta.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad menjelaskan bahwa sidang isbat dilakukan dengan menggabungkan metode perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung hilal (rukyat).

“Sidang isbat akan diawali dengan paparan posisi hilal berdasarkan data hisab, kemudian dilanjutkan dengan laporan hasil rukyat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangan resmi Kemenag, Minggu (1/3/2026).

Potensi Perbedaan Penetapan Idul Fitri

Meski keputusan resmi pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat, kalender Hijriah yang disusun pemerintah memproyeksikan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Proyeksi tersebut merujuk pada sistem kalender Hijriah pemerintah yang selama ini menjadi acuan dalam pemantauan hilal oleh organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama.

Perbedaan metode penentuan awal bulan antara hisab yang digunakan Muhammadiyah dan rukyat yang digunakan pemerintah dapat menyebabkan perbedaan tanggal Idul Fitri.

Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika posisi bulan secara astronomi sudah berada di atas ufuk, tetapi belum terlihat secara visual saat pengamatan hilal dilakukan. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM DI GOOGLE NEWS

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved