Idul Fitri 2026
Testimoni Biarawati Katolik yang Berperan di Malam Takbiran dan Hari Raya Idul Fitri
Biarawati Katolik pendampingi mahasiswa STIPAS St. Petrus Keuskupan Atambua, Suster Modesta Muti, PM memberikan testimoni
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Biarawati Katolik pendampingi mahasiswa STIPAS St. Petrus Keuskupan Atambua, Suster Modesta Muti, PM memberikan testimoni
- Testimoni terkait keikutsertaan mereka dalam kegiatan Malam Takbiran dan Shalat Id Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
- Suster Modesta berharap semua tokoh agama harus selalu menjalin relasi dan komunikasi yang baik
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Biarawati Katolik sekaligus pendamping PkM mahasiswa, STIPAS St. Petrus Keuskupan Atambua, Suster Modesta Muti, PM memberikan testimoni mengenai keikutsertaan mereka dalam kegiatan Malam Takbiran dan Shalat Id Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Keuskupan Atambua.
Menurutnya, hubungan antar umat beragama itu dimulai kesadaran akan kehadiran orang lain sebagai bagian "aku yang lain". Hubungan itu juga bisa dirajut dari komunikasi, interaksi dan relasi yang baik.
Suster Modesta mengatakan, semua mahasiswa semester 6 Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral atau STIPAS St. Petrus Keuskupan Atambua belajar mata kuliah tentang Intra Religius.
Dalam mata kuliah tersebut, mereka diminta untuk terjun langsung mengalami secara langsung kegiatan Umat Muslim pada Malam Takbiran dan Hari Raya Idul Fitri.
Baca juga: Salat Id Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Dilaksanakan di Kantor Bupati TTU
"Setiap tahun itu, kami ada utus mahasiswa-mahasiswi ke setiap masjid. Mereka mengalami secara langsung aktivitas Umat Muslim," ungkapnya usai mengawal Salat Ied di Halaman Kantor Bupati TTU, Sabtu, 21 Maret 2026.
Keikutsertaan mereka dalam rangkaian kegiatan Hari Raya Idul Fitri ini menegaskan tentang proses perkuliahan di STIPAS Santo Petrus Keuskupan Atambua yang mana tidak hanya mengenal tentang teori di dalam kelas tetapi juga praktek di lapangan.
Mereka hadir secara langsung untuk belajar dan mengalami secara langsung tentang relasi antara Umat Muslim dan Umat Katolik. Di sisi lain, mereka juga belajar dan memahami tentang relasi antar umat beragama di Kabupaten TTU.
Ia mengakui bahwa, mereka juga belajar tentang hal ini. Kendati demikian, proses pembelajaran tersebut harus diikuti dengan praktek di lapangan. Setiap masjid diutus sebanyak 12 orang mahasiswa.
Suster Modesta berharap semua tokoh agama harus selalu menjalin relasi dan komunikasi yang baik. Hal ini bertujuan untuk menepis semua stigma atau sentimen negatif terhadap agama lain.
Baca juga: Aparat TNI Perketat Perbatasan Timor Leste Jelang Idul Fitri
Di sisi lain, langkah ini dinilai manjur untuk memastikan hubungan antar umat beragama dan toleransi berjalan baik dan benar.
Sebelumnya, Ribuan Umat Muslim di Kota Kefamenanu melaksanakan Salat Id di Halaman Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu, 21 Maret 2026.
Pelaksanaan Salat Id tersebut dikawal aparat kepolisian Polres TTU, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Orang Muda Katolik (OMK) yang mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Keuskupan Atambua.
Berdasarkan pantauan POS-KUPANG.COM, ribuan Umat Islam dengan mengendarai kendaraan pribadi melaksanakan Salat Id di Kantor Bupati TTU.
Aparat kepolisian melaksanakan pengamanan di pintu gerbang depan dan dua pintu samping Kantor Bupati TTU.
Baca juga: Shalat Id di Kota SoE, Ketua MUI TTS Sebut Makna Idul Fitri Kembali Kepada Kesucian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/SHOLAT-IED-DI-TTU-1.jpg)