Kamis, 9 April 2026

Idul Fitri 2026

Ini Perkiraan Lebaran Versi Muhammadiyah dan Pemerintah, Ada Potensi Berbeda Lagi?

Perbedaan diprediksi kembali terulang pada Idul Fitri 2026 . Ini Perkiraan Lebaran versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Ilustrasi
PERKIRAAN IDUL FITRI 2026 - Hilal Penentuan Idul Fitri 2026. Ini Perkiraan Lebaran Versi Muhammadiyah dan Pemerintah, Ada Potensi Berbeda Lagi? 

POS-KUPANG.COM - Perbedaan akan kembali terulang pada Idul Fitri 2026 atau Lebaran 1447 Hijriah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara Pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan dilakukan Kementerian Agama. 

Namun banyak pihak memprediksi Lebaran 2026 veresi Pemerintah diperkirakan akan jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.

Nahdatul ulama biasanya sejalan dengan Pemerintah. 

Baca juga: Kemenag Umumkan Sidang Isbat Idul Fitri 2026 pada 19 Maret, Ini Prediksi Hari Lebaran 1447 Hijriah

Penetapan Idul Fitri oleh PP Muhammadiyah tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Maklumat tersebut menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah Ramadan 2026 hingga perayaan Lebaran 2026.

Berikut Dasar Penetapan Kalender Hijriah Muhammadiyah

Penentuan awal bulan Hijriah oleh Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, yakni sistem perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan berdasarkan posisi bulan setelah terjadi konjungsi atau ijtimak.

Dalam metode ini, awal bulan ditetapkan ketika ijtimak telah terjadi dan posisi bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Dengan pendekatan tersebut, awal bulan dalam kalender Islam dapat dihitung jauh hari tanpa menunggu pengamatan hilal secara langsung.

Berdasarkan maklumat, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 01.23 UTC. Setelah peristiwa tersebut, terdapat wilayah di bumi yang memenuhi parameter kalender hijriah global dengan tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat.

Parameter astronomi tersebut menjadi dasar bagi Muhammadiyah untuk menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026.

Selain itu, sistem kalender Muhammadiyah juga merujuk pada konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menggunakan parameter astronomi tertentu, antara lain tinggi hilal minimal lima derajat dan elongasi atau jarak sudut bulan terhadap matahari minimal delapan derajat.

Baca juga: Catat,Ini Tanggal Merah Libur Nasional dan Cuti Bersama Nyepi & Idul Fitri 2026 Sesuai SKB 3 Menteri

Perbedaan Penetapan Lebaran dengan Pemerintah

Berbeda dengan Muhammadiyah, Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menjadwalkan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah melalui sidang isbat Idul Fitri 2026 yang akan digelar pada Kamis, 19 Maret 2026.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved