Rabu, 13 Mei 2026

Nasional Terkini

Napak Tilas Pejuang Herman Yoseph Fernandez Berakhir di TMP Yogyakarta

Pertempuran di Sidobunder pada 1947 itu menegaskan kepahlawanan pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT)  tersebut. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
FOTO KIRIMAN PUTUT PRABANTORO
NAPAK TILAS - Napak tilas jejak perjuangan Herman Yoseph Fernandez yang berawal dari palagan Sidobunder, Gombong, Jateng berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta pada Minggu (8/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Napak tilas jejak perjuangan Herman Yoseph Fernandez berlangsung di Yogyakarta pada Minggu (8/2/2026).
  • Herman Yoseph Fernandez adalah penjuang Tentara Pelajar (TP) yang meninggal pada 31 Desember 1948 akibat dieksekusi tentara Belanda.
  • Napak tilas dilakukan Tim atu Panitia Pengusul Kepahlawanan Nasional Herman Yoseph Fernandez.
  • Pertempuran di Sidobunder pada 1947 itu menegaskan kepahlawanan pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut. 

 

POS-KUPANG.COM, YOGYAKARTA - Napak tilas jejak perjuangan Herman Yoseph Fernandez yang berawal dari palagan Sidobunder, Gombong, Jateng berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta pada Minggu (8/2/2026). 

Herman Yoseph Fernandez adalah penjuang Tentara Pelajar (TP) yang meninggal pada 31 Desember 1948 akibat dieksekusi tentara Belanda.

Napak tilas dilakukan  Tim atu Panitia Pengusul Kepahlawanan  Nasional Herman Yoseph Fernandez.  

Pertempuran di Sidobunder pada 1947 itu menegaskan kepahlawanan pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT)  tersebut. 

Berjuang selama 21 hari bersama 23 rekan TP lainnya, keberanian, keuletan, daya juang dan nasionalisme Herman Fernandez sangat pantas dianugerahi Pahlawan Nasional. 

NAPAK TILAS -  Mereka yang mengikuti napak tilas jejak perjuangan Herman Yoseph Fernandez yang berawal dari palagan Sidobunder, Gombong, Jateng berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta pada Minggu (8/2/2026).
NAPAK TILAS - Mereka yang mengikuti napak tilas jejak perjuangan Herman Yoseph Fernandez yang berawal dari palagan Sidobunder, Gombong, Jateng berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta pada Minggu (8/2/2026). (FOTO KIRIMAN PUTUT PRABANTORO)

Karena perjuangan dan perlawanan Herman Yoseph Fernandez, tentara  Belanda yang datang dari arah barat untuk menyerang Yogyakarta terhambat perjalanannya. 

Pria kelahiran Flores 3 Juni 1925 itu menunjukan kesetiakawanannya yang amat tinggi saat menyelamatkan Alex Rumambi saat terluka oleh peluru tentara Belanda.

Baca juga: Opini: Ketika Guru Lama dan Guru Baru Berbicara Bahasa Berbeda

Tim Pengusul terdiri dari Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, Brigjen (Purn) Andreas Mere, Rikard Mosa Dhae, serta kerabat Herman Yoseph Fernandez yakni pasangan suami-istri Jacob Riberu-Susi Riberu, Grace Siahaan Njo, dan Icha Lamury.

Mereka  melakukan napak tilas selama tiga hari ke sejumlah tempat yang merupakan jejak perjuangan Herman Yoseph Fernandez, di Gombong, Kebumen, Muntilan, hingga Yogyakarta pada 5-8 Februari 2026. 

Turut juga mendampingi Tim Pengusul dalam sejumlah kesempatan AM Putut Prabantoro, Pendiri sekaligus Penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).

Grace Siahaan Njo, keponakan kandung Herman Yoseph Fernandez, mengungkapkan napak tilas dilakukan untuk menyempurnakan dokumen primer yang diminta pihak Kementerian Sosial (Kemensos) terkait pengusulan Herman Fernandez sebagai pahlawan nasional.

”Dalam tiga hari ini kami melakukan napak tilas untuk menyempurnakan dokumentasi dan data-data primer yang diperlukan. Kami ingin Herman Yoseph Fernandez dapat ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2026 ini, ” ujar Grace, dalam pertemuan dengan media di Yogyakarta, Sabtu malam, 6 Februari 2026. 

Monumen Sidobunder dan Misteri Tugu Hitam Bergaris Putih

Setibanya di Stasiun Gombong, Jumat siang, 5 Februari 2026, rombongan tim pengusul disambut Kepala Desa Sidobunder Sarno, dan sejumlah pengurus Tunas Patria Putera Puteri Tentara Pelajar (TP) Kabupaten Kebumen, antara lain Ketua Bambang Priyambodo, Sigit, Tri Nugroho, Eko, Bayu. Sejak itulah perjalanan napak tilas dimulai.

Setelah makan siang bersama, rombongan bergerak menuju Pendopo Balai Desa Sidobunder. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved