Nasional Terkini
Napak Tilas Pejuang Herman Yoseph Fernandez Berakhir di TMP Yogyakarta
Pertempuran di Sidobunder pada 1947 itu menegaskan kepahlawanan pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
Ringkasan Berita:
- Napak tilas jejak perjuangan Herman Yoseph Fernandez berlangsung di Yogyakarta pada Minggu (8/2/2026).
- Herman Yoseph Fernandez adalah penjuang Tentara Pelajar (TP) yang meninggal pada 31 Desember 1948 akibat dieksekusi tentara Belanda.
- Napak tilas dilakukan Tim atu Panitia Pengusul Kepahlawanan Nasional Herman Yoseph Fernandez.
- Pertempuran di Sidobunder pada 1947 itu menegaskan kepahlawanan pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
POS-KUPANG.COM, YOGYAKARTA - Napak tilas jejak perjuangan Herman Yoseph Fernandez yang berawal dari palagan Sidobunder, Gombong, Jateng berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta pada Minggu (8/2/2026).
Herman Yoseph Fernandez adalah penjuang Tentara Pelajar (TP) yang meninggal pada 31 Desember 1948 akibat dieksekusi tentara Belanda.
Napak tilas dilakukan Tim atu Panitia Pengusul Kepahlawanan Nasional Herman Yoseph Fernandez.
Pertempuran di Sidobunder pada 1947 itu menegaskan kepahlawanan pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
Berjuang selama 21 hari bersama 23 rekan TP lainnya, keberanian, keuletan, daya juang dan nasionalisme Herman Fernandez sangat pantas dianugerahi Pahlawan Nasional.
Karena perjuangan dan perlawanan Herman Yoseph Fernandez, tentara Belanda yang datang dari arah barat untuk menyerang Yogyakarta terhambat perjalanannya.
Pria kelahiran Flores 3 Juni 1925 itu menunjukan kesetiakawanannya yang amat tinggi saat menyelamatkan Alex Rumambi saat terluka oleh peluru tentara Belanda.
Baca juga: Opini: Ketika Guru Lama dan Guru Baru Berbicara Bahasa Berbeda
Tim Pengusul terdiri dari Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, Brigjen (Purn) Andreas Mere, Rikard Mosa Dhae, serta kerabat Herman Yoseph Fernandez yakni pasangan suami-istri Jacob Riberu-Susi Riberu, Grace Siahaan Njo, dan Icha Lamury.
Mereka melakukan napak tilas selama tiga hari ke sejumlah tempat yang merupakan jejak perjuangan Herman Yoseph Fernandez, di Gombong, Kebumen, Muntilan, hingga Yogyakarta pada 5-8 Februari 2026.
Turut juga mendampingi Tim Pengusul dalam sejumlah kesempatan AM Putut Prabantoro, Pendiri sekaligus Penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).
Grace Siahaan Njo, keponakan kandung Herman Yoseph Fernandez, mengungkapkan napak tilas dilakukan untuk menyempurnakan dokumen primer yang diminta pihak Kementerian Sosial (Kemensos) terkait pengusulan Herman Fernandez sebagai pahlawan nasional.
”Dalam tiga hari ini kami melakukan napak tilas untuk menyempurnakan dokumentasi dan data-data primer yang diperlukan. Kami ingin Herman Yoseph Fernandez dapat ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2026 ini, ” ujar Grace, dalam pertemuan dengan media di Yogyakarta, Sabtu malam, 6 Februari 2026.
Monumen Sidobunder dan Misteri Tugu Hitam Bergaris Putih
Setibanya di Stasiun Gombong, Jumat siang, 5 Februari 2026, rombongan tim pengusul disambut Kepala Desa Sidobunder Sarno, dan sejumlah pengurus Tunas Patria Putera Puteri Tentara Pelajar (TP) Kabupaten Kebumen, antara lain Ketua Bambang Priyambodo, Sigit, Tri Nugroho, Eko, Bayu. Sejak itulah perjalanan napak tilas dimulai.
Setelah makan siang bersama, rombongan bergerak menuju Pendopo Balai Desa Sidobunder.
Herman Fernandez
Taman Monumen Herman Fernandez
Herman Yoseph Fernandez
Gelar Pahlawan Nasional
Makam Pahlawan Nasional
Nusa Tenggara Timur
| Konsulat Jenderal Australia di Bali Dukung Lokakarya Peningkatan Kapasitas Praktisi Media |
|
|---|
| Pemda Tidak Mampu Bayar Gaji Guru PPPK Paruh Waktu |
|
|---|
| Surat Utang Panda Bond Bakal Diterbitkan Bulan Depan |
|
|---|
| Kardinal Suharyo Sebut Dua Alasan Pentingnya Bahasa Indonesia Digunakan Vatikan |
|
|---|
| Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Perkuat Profesionalisme dan Ekosistem Seni Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Napak-tilas-Herman-Fernandez-03.jpg)