Kamis, 21 Mei 2026

Internasional

WNI yang Ditangkap Militer Israel Bertambah 7 Orang

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memperbarui data jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
via kontan.co.id
Foto ilustrasi militer Israel 

POS-KUPANG.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memperbarui data jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel.

Hingga Selasa (19/5/2026) pukul 19.50 WIB, jumlah WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang ditangkap Israel bertambah 7 orang. Sementara, 2 WNI lainnya masih berlayar dengan Kapal Kasr 1 Sadabat. 

“Dari total 9 WNI anggota GPCI yang tergabung dalam misi GSF 2.0, kini sebanyak 7 WNI dilaporkan telah ditangkap. Sementara itu, 2 WNI lainnya diketahui masih berada dalam kapal Kasr 1 Sadabat,” kata Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl Mulachela, dalam keterangannya, Selasa (19/5). 

Nabyl mengatakan, situasi di lapangan masih sangat dinamis. Dia mengatakan, kedua WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel. 

Baca juga: 9 WNI Diculik Tentara Israel di Jalur Gaza, Termasuk 2 Jurnalis Republika

Nabyl mengatakan, Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga penuh untuk segera menindaklanjuti setiap perkembangan di lapangan. 

“Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI akan terus memantau situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan yang dibutuhkan,” ucap dia. 

Sebelumnya, Kemenlu mengatakan, total ada 9 WNI yang bergabung dalam GPCI dan melakukan konvoi kapal menuju Gaza dalam misi kemanusiaan. 

Dari jumlah tersebut, 5 WNI ditangkap militer Israel, dan 4 WNI lainnya masih berlayar di dua kapal berbeda.

“Berdasarkan informasi per pagi ini, dari total 9 WNI anggota GPCI yang tergabung dalam misi GSF 2.0, sebanyak 5 WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel di sekitar Perairan Siprus atau Mediterania Timur. 

Sementara itu, 4 WNI lainnya yang berada di 2 kapal berbeda diketahui masih berlayar di sekitar Perairan Siprus,” kata Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026). 

Baca juga: Iran Tuduh UEA Bantu AS dan Israel

Yvonne mengatakan, sehubungan dengan hal tersebut, Kemlu melakukan koordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Aman, dan KJRI Istanbul, serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif. 

“Langkah antisipatif seperti penerbitan SPLP apabila paspor WNI disita serta dukungan medis apabila diperlukan,” ujar dia. 

Yvonne mengatakan, Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian. 

Dia menekankan, Kemenlu mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan melakukan penangkapan terhadap relawan WNI dalam misi kemanusiaan tersebut. 

“Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan WNI yang tergabung dalam rompongan misi kemanusiaan International Global Sumud Flotilla atau GSF 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ucap dia. (*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved