Konflik Amerika dan Iran
Tak Gentar, Iran Malah Ancam Serang Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Diserang
Ketegangan Amerika Serikat dan Iran belum juga mereda. Bayang-perang masih menyelimuti wilayah Timur Tengah
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
POS KUIPANG.COM -- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran belum juga mereda. Bayang-perang masih menyelimuti wilayah Timur Tengah .
Bahan terbaru, Iran memberi ancaman akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah jika diserang oleh pasukan Paman Sam yang saat ini dikerahkan di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, yang menegaskan langkah tersebut tidak boleh dianggap sebagai serangan terhadap negara-negara tuan rumah pangkalan AS.
Araqchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Al Jazeera Qatar pada Sabtu (7/2/2026), sehari setelah Iran dan AS sepakat melanjutkan perundingan nuklir secara tidak langsung.
Baca Juga: Trump Klaim Menang Lawan Inflasi Berulang Kali, Harga Masih Tekan Warga AS
Baca juga: Amerika Panaskan Mesin Merang Jelang Negosiasi AS-Iran, Warga AS Diseruan Keluar dari Teheran
Kedua pihak sebelumnya menyebut pembicaraan yang digelar di Oman berlangsung positif.
Meski belum ada tanggal pasti untuk putaran perundingan berikutnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi lanjutan bisa digelar paling cepat pekan depan.
“Kami dan Washington sepakat pembicaraan itu harus segera dilaksanakan,” ujar Araqchi.
Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran menyusul pengerahan kekuatan angkatan laut AS di kawasan.
Washington menuntut Teheran menghentikan pengayaan uranium yang berpotensi digunakan untuk pembuatan senjata nuklir serta menghentikan pengembangan rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di Timur Tengah.
Iran selama ini membantah berniat mempersenjatai program nuklirnya.
Meski kedua negara menyatakan terbuka untuk menghidupkan kembali diplomasi terkait sengketa nuklir yang telah berlangsung lama, Araqchi menolak perluasan agenda perundingan.
Baca juga: Iran Ketar Ketir, , Donald Trump Hubungi Xi Jinping, Minta China Putus Hubungan dengan Teheran
Menurutnya, dialog hanya dapat dilakukan tanpa ancaman dan tekanan.
“Setiap dialog mensyaratkan penghentian ancaman dan tekanan. Iran hanya membahas isu nuklir. Kami tidak membahas isu lain dengan Amerika Serikat,” katanya.
Pada Juni tahun lalu, AS membombardir fasilitas nuklir Iran, bergabung dalam tahap akhir kampanye pengeboman Israel yang berlangsung selama 12 hari.
| Trump Beri Ancaman Keras ke Iran, Jika Teheran Tidak Tetip, Gunakan Senjta Pemusna Masal? |
|
|---|
| Depot Minyak Teheran Diserang Israel, Iran Respon Kirim Rudal Balasan ke Tel Aviv dan Yerusalem |
|
|---|
| Teheran LuluhLantak Dibombardir AS-Israel, Ibu kota Iran Digempur Pesawat Siluman |
|
|---|
| Iran Makin Terpojok, 9 Kapal AL Iran Ditenggelamkan AS, Trump Bersumpah Memburu Sisanya |
|
|---|
| Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas Hari Pertama Perang, Iran 40 Hari Berkabung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bendera-amerika-serikat-dan-bendera-iran.jpg)