Kamis, 4 Juni 2026

Konflik Amerika dan Iran

Tak Gentar,  Iran Malah Ancam Serang Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Diserang

Ketegangan Amerika Serikat dan Iran belum juga mereda.  Bayang-perang masih menyelimuti wilayah Timur Tengah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
Tribunnews.com
Bendera Amerika Serikat dan Bendera Iran 

POS KUIPANG.COM -- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran belum juga mereda.  Bayang-perang masih menyelimuti wilayah Timur Tengah .

Bahan terbaru, Iran memberi ancaman akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah jika diserang oleh pasukan Paman Sam yang saat ini dikerahkan di kawasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, yang menegaskan langkah tersebut tidak boleh dianggap sebagai serangan terhadap negara-negara tuan rumah pangkalan AS.

Araqchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Al Jazeera Qatar pada Sabtu (7/2/2026), sehari setelah Iran dan AS sepakat melanjutkan perundingan nuklir secara tidak langsung.

Baca Juga: Trump Klaim Menang Lawan Inflasi Berulang Kali, Harga Masih Tekan Warga AS

Baca juga: Amerika Panaskan Mesin Merang Jelang Negosiasi AS-Iran, Warga AS Diseruan Keluar dari Teheran

Kedua pihak sebelumnya menyebut pembicaraan yang digelar di Oman berlangsung positif.

Meski belum ada tanggal pasti untuk putaran perundingan berikutnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi lanjutan bisa digelar paling cepat pekan depan.

“Kami dan Washington sepakat pembicaraan itu harus segera dilaksanakan,” ujar Araqchi.

Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran menyusul pengerahan kekuatan angkatan laut AS di kawasan.

Washington menuntut Teheran menghentikan pengayaan uranium yang berpotensi digunakan untuk pembuatan senjata nuklir serta menghentikan pengembangan rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di Timur Tengah.

Iran selama ini membantah berniat mempersenjatai program nuklirnya.

Meski kedua negara menyatakan terbuka untuk menghidupkan kembali diplomasi terkait sengketa nuklir yang telah berlangsung lama, Araqchi menolak perluasan agenda perundingan.

Baca juga: Iran Ketar Ketir,  , Donald Trump Hubungi Xi Jinping, Minta China Putus Hubungan dengan Teheran

Menurutnya, dialog hanya dapat dilakukan tanpa ancaman dan tekanan.

“Setiap dialog mensyaratkan penghentian ancaman dan tekanan. Iran hanya membahas isu nuklir. Kami tidak membahas isu lain dengan Amerika Serikat,” katanya.

Pada Juni tahun lalu, AS membombardir fasilitas nuklir Iran, bergabung dalam tahap akhir kampanye pengeboman Israel yang berlangsung selama 12 hari.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved