Minggu, 12 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 26 Januari 2026, “Pergi Berdua-dua”

Ia juga menekankan pentingnya iman yang diwariskan dari nenek moyangnya kepada Timotius.

Editor: Eflin Rote
DOK PRIBADI
Br. Pio Hayon, SVD. 

Renungan Harian Katolik
Bruder Pio Hayon SVD 
Hari Senin Pekan III Masa Biasa PW. Sto. Timotius dan Titus, Uskup
Bacaan I: 2Tim. 1: 1-8
Injil: Luk. 10: 1-9

“Pergi berdua-dua”

Saudari/a terkasih dalam Kristus 

Salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini, kita memperingati Santo Timotius dan Titus, dua sahabat serta pembantu setia Paulus dalam menyebarkan Injil.

Bacaan dari Surat Timotius dan Injil Lukas mengajak kita untuk merenungkan pentingnya misi, kolaborasi, dan semangat pastoral dalam menjalani panggilan kita. Mari kita dalami makna "pergi berdua-dua" dan bagaimana kita diajak untuk melayani bersama.

Saudari/a terkasih 

Dalam perikope bacaan pertama (2Tim. 1:1-8) ini, Paulus mengingatkan Timotius untuk berani dan tidak malu memberitakan Injil.

Ia juga menekankan pentingnya iman yang diwariskan dari nenek moyangnya kepada Timotius.

Ini menunjukkan bahwa iman adalah warisan berharga yang perlu dipelihara dan diwariskan, serta memicu semangat dalam melaksanakan panggilan sebagai pengikut Kristus.

Sedangkan dalam bacaan Injil  (Luk. 10:1-9) mengisahkan tentang Yesus yang mengutus 72 murid-Nya secara berdua-dua untuk memberitakan Kerajaan Allah.

Perintah untuk pergi berdua-dua menunjukkan pentingnya kerja sama dalam misi. Dalam misi ini, mereka diingatkan untuk melayani dengan ketulusan dan mempercayakan hidup mereka kepada Tuhan, sebab mereka mengemban tugas yang sangat penting: menyebarkan kasih-Nya. Maka poin-poin penting sebagai hasil refleksi dari permenungan kita ini adalah tentang “Mewariskan Iman”:

Seperti yang dituliskan Paulus, kita bertanggung jawab untuk mewariskan iman kepada generasi selanjutnya.

Bagaimana kita melakukan ini dalam kehidupan kita sehari-hari? Renungkan cara-cara kita bisa membagikan iman kepada orang sekitar, baik keluarga, teman, maupun komunitas, sehingga iman kita menjadi berkat bagi mereka. “Bekerja Sama dalam Misi”:

Mengutus dua murid mengajarkan kita bahwa kita tidak sendirian dalam melayani. Sejauh mana kita mencari kesempatan untuk bekerja sama dengan orang lain dalam misi membagikan kasih Kristus?

Pikirkan tentang kolaborasi yang mungkin dapat kita bangun di dalam kelompok atau komunitas, serta bagaimana kita bisa saling mendukung dalam pengabdian.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved