Jumat, 24 April 2026

Latihan Militer TNI

Timor Leste dan AS Jadi Pengamat Latma Bantuan Kemanusiaan Indonesia-Australia

Latihan bersama (latma) bersandi Latihan Bhakti Kanyini Ausindo 2025 akan berlangsung di Seskoal dan Bayah, Banten

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-Puspen TNI
LATMA - TNI dan Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan Bhakti Kanyini Ausindo 2025 yang dibuka Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Taufiq Arasj di Markas Seskoal. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Angkatan bersenjata Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) akan menjadi pengamat dalam Latihan bersama antara TNI dan Angkatan Bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF). 

Latihan bersama (latma) bersandi Latihan Bhakti Kanyini Ausindo 2025 akan berlangsung di Seskoal dan Bayah, Banten, Senin (20/10/2025) hingga 30 Oktober mendatang.

Selain angkatan bersenjata Timor Leste, angkatan bersenjata Amerika Serikat juga menjadi pengamat dalam latihan bersama yang telah dibuka Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Taufiq Arasj di Markas Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan.

Baca juga: Sepekan Lagi Timor Leste Resmi Jadi Anggota Termuda ASEAN

“Keterlibatan Amerika Serikat dan Timor Leste sebagai obsever (pengamat),” ucap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah dikutip dari IDM, Rabu (22/10/2025).

Dia mengatakan latihan digelar dalam memperkuat kerja sama pertahanan, khususnya di bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Latihan berfokus pada peningkatan kemampuan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), serta meningkatkan interoperabilitas antarlembaga militer dan sipil.

“Latihan tersebut merupakan bagian dari High Level Committee (HLC) Ausindo yang telah disepakati antara TNI dan ADF (Australian Defence Force),” ujar Freddy 

Dia menambahkan, latihan bertujuan memperkuat interoperabilitas antara TNI dan instansi terkait seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta ADF dalam tanggap daruratan penanggulangan bencana alam.

“Latma ini juga tentunya mempererat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia,” tutur Freddy.

Latihan melibatkan unsur TNI, Basarnas, BPBD, serta negara sahabat Australia, Amerika Serikat, dan Timor Leste sebagai upaya memperkuat sinergi internasional dalam menghadapi ancaman non-militer dan bencana alam. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved