Rabu, 29 April 2026

KKB Papua

TNI Tewaskan Pimpinan KKB Lamek Alipky Taplo

Lamek dipastikan tewas dalam operasi militer yang digelar di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Editor: Ryan Nong
ANTARA/HO/Dok Koops Swasembada
Almarhum KKB Lamek Tablo bersama anggotanya yang sering menyerang warga sipil dan aparat keamanan di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. 

POS-KUPANG.COM, PEGUNUNGAN BINTANG - Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Operasi Swasembada Papua menewaskan pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Lamek Alipky Taplo.

Lamek dipastikan tewas dalam operasi militer yang digelar di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan pada Minggu (19/10/2025).

Lamek, yang dikenal sebagai Panglima Kodap XV Ngalum Kupel, dilaporkan tewas bersama tiga anggotanya dalam kontak tembak dengan pasukan TNI. 

Operasi ini menjadi bagian dari upaya aparat untuk menegakkan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG), yang belakangan kembali memanas akibat rentetan serangan bersenjata.

Baca juga: Identitas Lima Korban Penembakan KKB Papua di Kali Semen Nabire

"Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG, khususnya di Distrik Kiwirok,” kata Asintelter Koops Swasembada Papua Letkol Inf Renaldy H, Senin (20/10/2025), dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, operasi militer digelar secara terukur dan berkelanjutan, dengan fokus utama melindungi masyarakat sipil dari gangguan kelompok bersenjata. 

Koops Swasembada Papua disebut akan terus melakukan patroli dan penindakan di wilayah yang rawan aktivitas KKB.

Jejak Panjang Aksi Kekerasan

Nama Lamek Alipky Taplo bukanlah hal baru dalam catatan panjang konflik bersenjata di Papua. 

Sejak 2020, kelompok yang dipimpinnya terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan dan teror terhadap aparat maupun warga sipil.

Pada 2 Maret 2020, kelompok ini menyerang pekerja proyek Jalan Trans Papua di Pegunungan Bintang

Beberapa bulan kemudian, pada 28 Mei 2021, mereka merampas senjata dari Pos Polisi Subsektor Oksamol.

Tahun yang sama, tepatnya 13 September 2021, kelompok ini menyerang Satgas Pamtas 403/WP, membakar Puskesmas Kiwirok, serta membunuh sejumlah tenaga kesehatan. 

Aksi teror berlanjut pada 8 Oktober 2021, ketika mereka menembaki pesawat Smart Air yang sedang melakukan penerbangan rutin.

Memasuki Desember 2021, kelompok yang sama membakar sekolah dan fasilitas umum di Kiwirok dan Serambakon.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved