Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 21 September 2025, "Dari Dunia Menuju Surga"

Tuhan Yesus menghendaki agar kita para murid-Nya mengamati bagaimana orang

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pater John Lewar, SVD 

Tapi berapa banyak orang yang memikirkan bagaimana penampilan hati di hadapan Tuhan?

Banyak orang rela menggunakan waktu untuk mempelajari banyak keahlian di dunia ini: belajar aneka pelajaran di sekolah/ kuliah, memainkan musik, belajar fotografi, memasak, dst, agar menjadi semakin ahli.

Tapi sejauh mana kita rela menggunakan waktu untuk mempelajari sabda Tuhan dan merenungkannya?

Banyak orang tak berkeberatan bangun lebih pagi agari tidak terlambat naik pesawat untuk liburan ataupun tugas pekerjaan,  tetapi berapa banyak orang keberatan bangun sedikit lebih pagi untuk berdoa?

Banyak orang rela membuang banyak uang untuk membeli barang-barang mewah agar menyerupai artis atau sang tokoh idola.

Tapi berapakah orang yang dengan suka cita, berbagi dengan sesama yang lebih membutuhkan, agar semakin menyerupai teladan Kristus?

Sering kita melihat bahwa apa-apa yang dilakukan di paroki seolah-olah cukup dilakukan dengan seadanya.

Sejumlah orang berpikir bahwa karya pewartaan adalah kegiatan yang dilakukan kalau ada waktu dan tak perlu usaha istimewa.

Demikian pula program kerja paroki, wilayah maupun lingkungan, tak usah terlalu seriuslah.

Atau ada sejumlah orang yang sudah merasa cukup dengan ke gereja seminggu sekali, mengaku dosa setahun sekali, dan berdoa sesempatnya saja.

Dan masih banyak contoh lain, singkatnya, segala sesuatu yang berhubungan dengan iman dilakukan hanya sekedarnya saja, tak usah repot-repot!

Sikap macam ini membuat hal-hal rohani sepertinya kalah langkah jika dibandingkan dengan hal-hal duniawi.

Padahal seharusnya, yang terjadi adalah sebaliknya. Jika kita mau mengusahakan yang terbaik demi kesuksesan yang bersifat sementara, bukankah sudah sepantasnya kita juga melakukan yang terbaik untuk mencapai kesuksesan yang kekal untuk selamanya?

Sudah saatnya kita arahkan hati dan pikiran kita kepada tujuan hidup kita yang sesungguhnya: yaitu memperoleh kebahagiaan kekal di Surga.

Jadi, menjadi sahabat Mamon namun tidak mengabdi kepadanya melainkan hanya mengabdi kepada Allah saja, maksudnya adalah: menggunakan segala hal duniawi untuk membantu kita mencapai kemuliaan Surga.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved