Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste
Indonesia dan Timor Leste Perkuat Riset untuk Rekonsiliasi
Tujuannya untuk memperkuat kerja sama dan kesepahaman antara Indonesia dan Timor Leste.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Indonesia dan Timor Leste menggalang kerja sama untuk memperkuat riset dalam rangka rekonsilisasi kedua negara.
Melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Centro Nacional Chega! (CNC), kedua negara menyelenggarakan seminar internasional dengan tema “Peran Timor-Leste & Indonesia dalam Implementasi Rekomendasi Laporan Chega! (CAVR) dan Per Memoriam Ad Spem (KKP)” pada Jumat (22/8/2025).
Dikutip dari BRIN,kKerangka kerja sama tersebut berawal dari inisiasi yang dilakukan sejak akhir tahun 2024 untuk mengadakan kajian riset bersama tentang proses rekonsiliasi antara Indonesia dengan Timor Leste.
Seminar ini sebagai wujud komitmen Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora (OR IPSH) BRIN untuk membangun kajian sosial budaya dan memberikan masukan kebijakan yang lebih inklusif, partisipatif dan berbasis bukti.
Tujuannya untuk memperkuat kerja sama dan kesepahaman antara Indonesia dan Timor Leste.
Baca juga: Badan Informasi Geospasial akan Tinjau Garis Batas Indonesia Timor Leste
Plt. Kepala OR IPSH, Yan Rianto dalam sambutannya menyoroti fenomena di era digital yang masif terjadi di beberapa negara tetangga Indonesia saat ini. Di mana generasi muda mulai tertarik pada budaya populer untuk mengekspresikan aspirasi politiknya.
Menurut Yan, pengaruh budaya populer dalam proses rekonsiliasi dapat dipelajari melalui berbagai media termasuk film, novel, dan musik. Kedua negara diharapkan aktif mengelola pengaruh digitalisasi, media digital, dan lainnya terhadap memori kolektif di antara kedua negara.
Seminar ini diselenggarakan sebagai ruang diskusi bagi para akademisi, pengamat, aktivis, dan mahasiswa dari kedua negara. Yan meyakini bahwa perdamaian tidak dapat dipaksakan dari atas, melainkan harus dibangun dari bawah, dari aspirasi lokal, dan pengalaman hidup sehari-hari masyarakat.
Maka, kerja sama antara BRIN dan Chega diharapkan dapat menghasilkan temuan-temuan penting dan rekomendasi berbasis bukti. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan relasi yang lebih erat antara masyarakat Indonesia dan Timor-Leste di masa depan.
Presiden Dewan Administrasi CNC, Manuel Pereira mengungkapkan bahwa sejak didirikan tahun 2016, CNC telah menunjukkan komitmen kuat untuk mengimplementasikan rekomendasi dari laporan CAVR (Chega!) dan KKP (Per Memorandum di SPEM) melalui berbagai program konkret.
Fokus utama mereka meliputi pendidikan dan pelatihan, reparasi korban, rekonsiliasi, serta pencegahan dan perlindungan memori.
"Kolaborasi antara CNC dan BRIN jauh melampaui nota kesepahaman formal. Ini adalah inisiatif strategis dan antargenerasi yang membawa implikasi jangka panjang bagi kedua bangsa kita," ungkap Manuel.
Baginya, kolaborasi antara BRIN dan CNC akan membuka lima peluang utama yang akan membawa manfaat nyata bagi kedua negara. Yaitu, arsip dan dokumentasi digital, penelitian dan kurikulum bersama, investasi pada pemuda, dampak sosial dan ekonomi, serta penguatan status Internasional.
Ia berharap, penandatanganan naskah kerja sama antar BRIN dan CNC mendatang, akan menandai tonggak sejarah baru dalam hubungan kedua negara.
Bagi Manuel, maknanya bukan hanya tentang memenuhi kewajiban masa lalu, tetapi juga membangun warisan perdamaian dan rekonsiliasi yang abadi, serta memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Timor-Leste di masa depan. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bendera-indonesia-dan-timor-leste_20151122_172039.jpg)