Opini
Opini - FOMO dalam Dunia Subjektif: Pelajaran dari Thomas Nagel
Fenomena tersebut dapat dipahami melalui konsep FOMO atau fear of missing out, yaitu ketakutan akan tertinggal dari pengalaman orang lain.
FOMO dalam Dunia Subjektif: Pelajaran dari Thomas Nagel
Oleh: Fr. Pascalianus Arky Banunaek
Mahasiswa Filsafat UNWIRA
Tinggal Di Seminari Tinggi St. Micael
POS-KUPANG.COM - Publik baru-baru ini dihebohkan oleh kisah seorang perempuan asal Lampung bernama Jasmine Jalani yang viral karena penampilannya yang disebut mirip Barbie. Ia diketahui merupakan seorang PNS yang aktif di media sosial dan kerap menampilkan diri dengan gaya estetika tertentu.
Keputusan Jasmine untuk melakukan berbagai perawatan hingga operasi demi mencapai standar kecantikan tersebut menuai beragam respons dari masyarakat.
Banyak yang melihatnya sebagai bentuk ekspresi diri, tetapi tidak sedikit pula yang mempertanyakan motivasi di baliknya (Gresnia Febriani, Walipop).
Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh media sosial yang membentuk standar kecantikan ideal secara masif. Dalam ruang digital, citra visual sering kali menjadi tolok ukur nilai diri seseorang.
Kasus ini pada akhirnya membuka ruang refleksi tentang bagaimana individu memandang dirinya di tengah tekanan sosial yang terus berkembang.
Dilansir dari suara.com, dijelaskan bahwa Jasmine kerap tampil dengan riasan penuh dan menjalani berbagai perawatan kecantikan yang menarik perhatian publik.
Ia bahkan tetap menggunakan makeup saat menjalani perawatan di klinik, yang kemudian menjadi sorotan warganet ( Mamagini, Suara.com).
Fenomena ini semakin viral karena konten yang ia bagikan ditonton jutaan kali di media sosial, sehingga respons publik pun beragam mulai dari kekaguman hingga kritik terhadap pilihan estetika yang diambilnya.
Media sosial dalam hal ini bukan hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga ruang pembentukan identitas, disini terlihat bahwa pengalaman diri mulai dipengaruhi oleh bagaimana orang lain melihat dan menilai kita.
FOMO dalam Subjektivitas Nagel
Fenomena tersebut dapat dipahami lebih dalam melalui konsep FOMO atau fear of missing out, yaitu ketakutan akan tertinggal dari pengalaman orang lain.
FOMO muncul ketika seseorang merasa bahwa hidup orang lain lebih menarik, lebih ideal, atau lebih bermakna dibandingkan dirinya sendiri.
Dalam perspektif epistemologi, hal ini berkaitan dengan cara manusia memahami pengetahuan, khususnya pengetahuan tentang pengalaman.
Pengalaman manusia pada dasarnya bersifat subjektif, artinya hanya dapat dirasakan secara langsung oleh individu yang mengalaminya.
Namun, media sosial menciptakan ilusi bahwa pengalaman tersebut dapat dilihat, dipahami, bahkan “dimiliki” oleh orang lain.
Di sinilah terjadi kekeliruan mendasar dalam memahami pengetahuan tentang pengalaman, manusia mengira bahwa apa yang dilihat sama dengan apa yang dialami, padahal keduanya berada dalam dimensi yang berbeda.
Pemikiran Thomas Nagel membantu menjelaskan keterbatasan ini melalui gagasannya tentang pengalaman subjektif, terutama dalam esai What Is It Like to Be a Bat?
Nagel menegaskan bahwa setiap makhluk memiliki pengalaman batin yang tidak dapat sepenuhnya dipahami oleh orang lain. Kita mungkin dapat mengetahui fakta tentang orang lain, tetapi tidak pernah benar-benar mengetahui “apa rasanya menjadi mereka”.
Dalam konteks FOMO, kesalahan terjadi ketika seseorang mengira bahwa ia bisa mengalami kehidupan orang lain hanya dengan melihatnya.
Kasus Jasmine menunjukkan bagaimana keinginan untuk menjadi seperti figur ideal sebenarnya adalah upaya memasuki pengalaman subjektif yang bukan miliknya.
Namun, perubahan fisik tidak pernah mampu mengubah kesadaran batin seseorang. Yang terjadi hanyalah peniruan pada tingkat permukaan, bukan pengalaman yang sesungguhnya, di sinilah FOMO bekerja sebagai ilusi epistemologis yang menyesatkan
Fenomena FOMO bukan sekadar persoalan sosial, tetapi juga persoalan filosofis yang menyentuh cara manusia memahami dirinya.
Dalam dunia yang semakin terhubung, individu justru berisiko kehilangan dirinya sendiri karena terlalu fokus pada kehidupan orang lain.
Kasus Jasmine menjadi contoh nyata bagaimana tekanan sosial dapat mendorong seseorang untuk keluar dari batas autentisitas dirinya.
Padahal, setiap individu memiliki pengalaman yang tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan orang lain. Kesadaran akan subjektivitas pengalaman menjadi penting untuk menjaga keseimbangan dalam hidup. Tanpa kesadaran ini, manusia akan terus terjebak dalam perbandingan yang tidak pernah selesai.
FOMO kemudian menjadi siklus yang berulang tanpa titik akhir. Oleh karena itu, refleksi filosofis menjadi sangat relevan di tengah perkembangan zaman.
Kesadaran Diri menjadi Kuncinya
Pemikiran Thomas Nagel mengajarkan bahwa ada batas yang tidak bisa dilampaui dalam memahami pengalaman orang lain. FOMO muncul ketika manusia melupakan batas tersebut dan mencoba hidup dalam bayangan orang lain.
Kasus Jasmine menunjukkan bahwa usaha untuk menjadi seperti orang lain tidak pernah benar-benar menghasilkan pengalaman yang sama. Yang tercipta hanyalah ilusi tentang kehidupan yang tampak ideal dari luar.
Dalam konteks ini, menerima diri sendiri menjadi langkah penting untuk keluar dari jerat FOMO. Kehidupan yang bermakna tidak lahir dari meniru pengalaman orang lain, tetapi dari menghayati pengalaman diri sendiri.
Dengan demikian, kesadaran akan subjektivitas bukanlah kelemahan, melainkan dasar bagi kebebasan manusia. (*)
Ikuti berita dan opini POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Opini - FOMO dalam Dunia Subjektif
Thomas Nagel
Pascalianus Arky Banunaek
FOMO
POS-KUPANG.COM
Jasmine Jalani
| Opini: Menyelami Misteri Rosario dalam Terang Rosarium Virginis Mariae |
|
|---|
| Opini: Self-Diagnosis dari Media Sosial- Ketika TikTok Menjadi "Dokter" Baru Generasi Muda |
|
|---|
| Opini: Ketika Alam Diperlakukan Salah- Pelajaran Lama dari Thales dari Miletus |
|
|---|
| Opini: BPK Satu-satunya Penentu Kerugian Keuangan Negara di Proyek Konstruksi |
|
|---|
| Opini: Pekerja Platform Tanpa Payung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pascalianus-Arky-Banunaek-ok.jpg)