Opini
Opini: Pengabdian yang Membumi
Pengabdian sejati harus membumi artinya hadir dalam kehidupan nyata, menyentuh luka sosial, dan menggerakkan perubahan konkret.
Membangun hidup baru berarti menciptakan struktur yang adil, relasi yang manusiawi, serta harapan yang realistis.
Di sinilah pengabdian menemukan maknanya yang paling konkret: menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Pengabdian yang membumi adalah jalan kepemimpinan yang menyatukan spiritualitas dan solidaritas.
Ia berakar pada pencarian Tuhan dan berbuah dalam pencarian orang-orang yang dipimpin atau warga masyarakat.
Dalam pengabdian semacam inilah pemimpin tidak hanya membangun program, tetapi membangun manusia dan kehidupan baru.
Di tengah dunia yang rapuh dan terbelah, pengabdian yang membumi menjadi kesaksian bahwa kepemimpinan sejati selalu lahir dari cinta, keberanian, dan keberpihakan pada kemanusiaan. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
| Opini: Sektor Desa Juara Korupsi, Prestasi yang Memalukan Bangsa |
|
|---|
| Opini: Seni Melepaskan Jabatan- Refleksi Atas Sikap Mgr. Paskalis Bruno Syukur |
|
|---|
| Opini: Membaca Problematika Stunting dan Kemiskinan di NTT dari Kacamata John Rawls |
|
|---|
| Opini: Hukum yang Berpihak dan Keadilan yang Patah |
|
|---|
| Opini: Perubahan Iklim dan Lonjakan Hama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Albertus-Muda-Guru.jpg)