Opini

Opini: Membuka Kotak, Natal Kedua

Pada akhirnya, Natal Kedua mengingatkan kita bahwa sukacita Natal tidak selesai di malam perayaan. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ROBERT BALA
Robert Bala 

Oleh: Robert Bala *

POS-KUPANG.COM - Awalnya terasa janggal. Ketika saya menanyakan kepada beberapa teman di Jabodetabek tentang perayaan Natal Kedua, sebagian dari mereka menatap dengan raut heran—bahkan ironis. 

Natal kedua?  Bagi banyak orang, hari Natal saja kerap terasa “opsional”. 

Gereja penuh sesak pada Malam Natal, tetapi keesokan harinya, 25 Desember, jumlah umat menyusut drastis. 

Baca juga: Opini: Natal dan Imajinasi Sakramental

Fenomena serupa juga mudah dijumpai pada Paskah: Malam Paskah meriah, Minggu Paskah relatif lengang.

Pengalaman ini kontras dengan apa yang terjadi di Nusa Tenggara, khususnya Flores dan Timor. Di sana, Natal Kedua dirayakan nyaris sama meriahnya dengan Natal pertama. 

Koor disiapkan dengan serius, umat datang berbondong-bondong, dan suasana liturgi terasa seperti perayaan besar. 

Pertanyaannya kemudian muncul: mengapa tradisi Natal Kedua begitu kuat di Flores dan Timor, tetapi nyaris tak terdengar di banyak wilayah lain di Indonesia?

Jawabannya membawa kita melintasi sejarah dan benua—menuju Eropa.

Jejak Tradisi dari Eropa

Apa yang dikenal sebagai Natal Kedua di Flores dan Timor ternyata berakar kuat pada tradisi Eropa. 

Di benua itu, Natal memang tidak berhenti pada satu hari. Ia dirayakan sebagai sebuah rentang waktu, lengkap dengan makna liturgis dan sosial.

Nama dan bentuknya beragam. Di Inggris dikenal Second Day of Christmas. Di wilayah tertentu Spanyol ada Segundo Día de Navidad. 

Di Irlandia, Austria, Jerman, dan Hungaria, 26 Desember dirayakan sebagai St. Stephen’s Day, peringatan Santo Stefanus, martir pertama Gereja. Di Jerman, hari ini disebut Zweiter Weihnachtstag. 

Sementara di negara-negara persemakmuran Eropa, Natal Kedua lebih populer dengan sebutan Boxing Day.

Istilah Boxing Day sering disalahpahami seolah berkaitan dengan tinju. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved