Opini

Opini: Luka Dunia Hari Ini dan Tips Penyembuhannya

Maka luka yang dialami oleh kaum minoritas di Republik ini tidak akan pernah sembuh hingga selamanya. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YOHANES MAU
Yohanes Mau 

Luka ekonomi mesti dibalut dengan perban cinta yang mengalirkan kesejukan dan penyembuhan total dengan jaga inflasi, stabilkan nilai tukar, dan suku bunga serta menempatkan orang-orang yang berkualitas secara intelektual, dan spiritual untuk menciptakan clear goverment yang menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, partisipasi, efisiensi, dan efektivitas.

Keempat, Luka penjajahan, Penjajahan disebabkan oleh minimnya sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola sumber daya alam (SDA) yang ada di dalam suatu masyarakat. 

Kaum intelektual selalu mengambil kesempatan untuk menguasai kaum lemah yang tidak berpendidikan sebagai obyek penindasan. 

Berhadapan dengan situasi demikian sebaiknya kita harus tampil sebagai saudara yang merangkul meleburkan segala pengetahuan dan keterampilan dan menjadikan mereka sebagai bagian dari kita yang disetarakan dengan pendekatan humanism. 

Kelima, luka diskriminasi atau ketidakadilan. Luka ini disebabkan oleh kaum mayoritas yang selalu tampil prima dan selalu menomorduakan kaum minoritas. 

Hal ini nampak jelas dalam praktik demokrasi yang berlaku di Republik Indonesia tercinta ini. 

Sejak Indonesia merdeka kita setia menggaungkan Sila Pancasila, sila Pancasila yang belum terealisir secara baik hingga hari adalah sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Hal ini disebabkan oleh paham kuasa dari kaum mayoritas yang mengutamakan kuantitas daripada kualitas. 

Contoh paling sederhana, calon presiden republik ini selalu datang dari kaum mayoritas walaupun kualitasnya minus dalam menata negara menjadi maju dan bersaing dengan negara-negara lain di muka bumi ini. 

Maka luka yang dialami oleh kaum minoritas di Republik ini tidak akan pernah sembuh hingga selamanya. 

Jalan keluarnya, kita terus rendah hati dan menerima semuanya itu dengan hati yang damai walaupun di dalamnya terasa sakit oleh karena luka dalam.

Keenam, Luka semesta. Luka semesta terjadi karena mata dan hati manusia sudah buta dan tidak ada lagi cinta terhadap semesta sebagai saudara sendiri. 

Manusia melihat semesta sebagai sumber kekayaan yang harus diambil dan dikeruk sampai rusak demi memenuhi hasrat hatinya. Akibat dari itu kini musim pun tidak terjadi secara natural lagi. 

Misalnya musim hujan yang normalnya terjadi pada awal bulan November sampai April.

Kini tidak lagi beraturan, hujan turun tidak normal lagi bahkan bulan-bulan yang seharusnya terjadi musim kemarau kini telah dirampas habis oleh musim hujan. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved