Tanamam yang Lupa Disiram Bakal Mati Paralegal LBH APIK NTT Waspada

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PARALEGAL - Sejumlah Paralegal LBH APIK NTT dalam kegiatan Asistensi Paralegal, Jumat (9/12), di Neo Aston Kupang.

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Ibarat tanaman lupa disiram maka akan mati, begitupun dengan paralegal yang tidak diberikan kapastitas yang memadai dan tidak sering berdiskusi maka pengetahuannya tak akan berkembang sehingga tak mampu mendampingi masyarakat dengan baik.

"Paralegal LBH APIK NTT mesti terus terkoneksi, berdiskusi dan bertukar pikiran agar kapasitas menjadi lebih berkembang. Kita tidak mau di tahun 2023 mendatang, paralegal kita makin berkurang. Air harus terus mengalir, paralegal mesti terus bekerja melayani masyarakat," kata Direktris LBH APIK NTT Ansy Rihi Dara SH saat membuka kegiatan Asistensi Paralegal, Jumat (9/12) di Neo Aston Kupang.

Baca juga: Catatan Kritis Asosiasi LBH APIK Indonesia untuk Kasus Pembunuhan Brigadir J

Baca juga: LBH APIK NTT dan ChilFund International Siapkan SDM 20 Paralegal Anak di 8 Kabupaten di NTT

Ansy Rihi Dara mengatakan, paralegal merupakan setiap orang yang berasal dari komunitas, masyarakat, yang mempunyai keterampilan hukum namun ia bukan seorang Pengacara (yang profesional) namun bisa memberikan Bantuan Hukum karena telah mengikuti pelatihan Paralegal, tidak berprofesi sebagai advokat, dan tidak secara mandiri mendampingi Penerima Bantuan Hukum di pengadilan.

"Kami percaya dalam penanganan kasus selama ini, paralegal memiliki banyak sekali pengalaman berharga, tentu ada tantangan dan hal unik yang bisa menjadi pelajaran best praktis untuk bisa dibagi dalam kegiatan ini," kata Ansy Rihi Dara.

Kedepannya, Ansy Rihi Dara berharap paralegal bisa lebih bersemangat dan profesioal dalam menjalankan tugasnya di wilayah masing-masing sehingga perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan bisa terlidungi dan mendapatkan hak hukumnya dengana baik.

"Paralegal tidak dibayar, bekerja gartis mendapingi masyarakat, terpanggil sebagai pelayanan Tuhan," kata Ansy Rihi Dara.

Baca juga: Direktris LBH APIK NTT Ansi Rihi Dara Raih Local Heroes Award Tribun Institute 2020

Baca juga: LBH Apik NTT Bikin Syarat untuk Korban Tindak Kekerasan Saat Ingin Berkonsultasi Hukum

Ketua panitia Ester Day, SH menjelaskan, hingga kini ada sebanyak 260 paralegal LBH APIK NTT yang tersebar di daratan Timo, Flores dan Alor. Dan kegiatan asistensi diikuti 20-an Paralegal dari Desa Nekbaun, Niukbaun, Tunfeu, Oebelo Oesapa, di Kabupaten Kupang, serta dari Batuplat, Liliba di Kota Kupang.

"Mereka sudah mendapatkan pelatihan di awal tahun lalu sehingga saat ini perlu dilakukan evaluasi dan koordinasi untuk mengetahui kinerja dan kendala serta bisa menemukan jalan keluar untuk meningkatkan pelayanan paralegal di masyarakat," kata Ester Day.

Ester Day berharap, kedepannya paralegal bisa meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait mulai dari aparat desa, kelurahan, kepolisian setempat hingga pengada layanan LBH APK NTT sehingga kasus yang ditangani bisa terselesaikan dengan baik.

Baca juga: LBH APIK NTT Teken MoU dengan Dinas P3A Kabupaten TTS

Baca juga: WBP Lapas Wanita Kupang Curhat Dan Menari Bersama Psikolog dan Anggota LBH APIK NTT

Pantauan Pos Kupang, asistensi paralega ini dipandu oleh Moderator Adelaide Ratu Kore.  Dalam diskusi itu setiap paralegal mengungkapkan penanganan kasus dan kendala yang dialami.

Paralegal berharap LBH APIK NTT terus bisa mendampingi dan meningkatkan kapastitas mereka sehingga mereka memiliki pengetahuan dan kapasitas yang lebih baik.

Kasus-kasus yang mereka tangani antara lain kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ingkar janji menikah, pernikahan beda agama, perceraian serta kasus pidana lainnya.

Umumya kasus tersebut diselesaikan secara non litigasi dan beberapa diantaranya diproses hingga hingga ke pengadilan dengan dampingan LBH APIK NTT. (vel)

 

Berita Terkini