Capres Kombinasi Militer-Sipil Diprediksi Meraih Elektabilitas Tinggi Saat Pilpres 2024, Benarkah?

Setelah Megawati Soekarnoputri jadi Presiden kelima RI, posisinya digantikan Susilo Bambang Yudhoyono yang memiliki latar belakang militer lalu Jokowi

Editor: Frans Krowin
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/2/2020). 

Capres Kombinasi Militer - Sipil Diprediksi Meraih Elektabilitas Tinggi Saat Pilpres 2024, Benarkah?

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Di tengah gegap gempitanya sorotan publik terhadap figur yang tampil pada Pilpres 2024, muncul wacana mengenai pasangan calon yang disebut layak untuk Indonesia ke depan.

Berdasarkan hasil survei, publik cenderung memilih pasangan yang merupakan kombinasi antara militer sipil.

Bila ada duet yang demikian, maka calon presiden yang memiliki latar belakang militer, diprediksi akan mendapatkan elektabilitas tinggi pada Pilpres 2024 nanti.

Apalagi bila calon presiden itu bersanding dengan kandidat yang punya latar belakang sipil sebagai calon wakil presiden.

Survei yang dilakukan Politika Research Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan, pasangan calon militer-sipil menjadi kombinasi yang paling disukai dengan persentase 30,9 persen.

"Ini cukup sederhana, semacam ada kerinduan atau semacam era siklus sepuluh tahunan di republik ini," kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno, saat menyampaikan hasil survei di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta.

Jakarta di Masa Transisi PSBB,Masjid,Gereja, Kantor, Restoran hingga Mal Mulai Dibuka, Ini Jadwalnya

Pilpres 2024, Prabowo Tertinggi, Anis Baswedan Meredup, Ahok dan Sandiaga Uno Justeru Naik

192 Siswa SMPK St Yoseph Naikoten Lulus 100 Persen Setelah Mengikuti 4 Kali Try Out Online

Kombinasi latar belakang tersebut sejalan dengan preferensi masyarakat dalam memilih kombinasi militer-sipil saat pilpres mendatang.

Adi menjelaskan, setelah Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden kelima RI, posisinya digantikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang memiliki latar belakang militer selama sepuluh tahun.

Kini, setelah militer tak lagi memimpin dan digantikan Presiden Joko Widodo untuk periode kedua hingga 2024 nanti, ada semacam keinginan publik agar Indonesia kembali dipimpin oleh sosok capres yang memiliki latar belakang militer.

"Sepertinya siklus sepuluh tahunan ini jadi perhitungan publik supaya dalam lima tahun berikutnya itu adalah dari kalangan militer," ujar Adi.

Salah satu alasan mengapa kalangan militer cukup dilirik, karena figur dengan latar belakang tersebut, dianggap dapat dipercaya dalam mengabdi pada bangsa dan negara.

"Selain itu, TNI dianggap tidak rada genit ke politik. Itu yang membuat harapan sosok militer jadi harapan," tutur Adi.

Selain kombinasi pasangan militer-sipil, kombinasi capres dan cawapres dengan latar belakang sipil-sipil juga masih disukai masyarakat (27,9 persen).

Disusul dengan sipil-militer (15,2 persen) dan militer-militer (8,5 persen).

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved