192 Siswa SMPK St Yoseph Naikoten Lulus 100 Persen Setelah Mengikuti 4 Kali Try Out Online

Sebanyak 192 siswa SMPK Santo Yoseph Naikoten, dinyatakan lulus setelah mengikuti try out online sebanyak 4 kali

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto 192 Siswa SMPK St Yoseph Naikoten Lulus 100 Persen Setelah Mengikuti 4 Kali Try Out Online
POS-KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Kepala SMPK St. Yoseph, Naikoten, Rm. Amanche Frank Oe Ninu, Pr

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 192 siswa SMPK Santo Yoseph Naikoten, dinyatakan lulus setelah mengikuti try out online sebanyak 4 kali.

Hal ini diungkapkan Kepala SMPK St. Yoseph Naikoten, Rm. Amanche Frank Oe Ninu, Pr, kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis (04/06/2020).

Ia mengungkapkan, nilai siswa cukup baik selama mengikuti setiap tahapan dari awal hingga akhir yang menentukan kelulusan mereka.

Puluhan Keluarga PDP Meninggal Datang ke Kantor Bupati Mabar, Ini Tuntutannya

"Mereka melewati 4 try out online sehingga nilai akhir anak - anak sangat terbantu meskipun tanpa ujian sekolah dan ujian nasional" katanya.

Rm. Amanche mengatakan, selain belajar untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian, para siswa juga siap secara spiritual.

"Mereka berdoa, novena, mengikuti ekaristi, retret, dan juga mengikuti bimbingan belajar di sekolah, bimbingan belajar lewat aplikasi sperti ruang guru dan tentu saja belajar pribadi di rumah" ungkapnya.

Selama Pandemi Covid-19, Tercatat 696 Kehamilan Muda di Belu

Untuk mengumumkan hasil ujian para siswa dalam masa pandemi, Rm. Amanche mengatakan, akan mengumumkan lewat media Pos Kupang pada Jumat (05/06/2020).

"Karena situasi pandemi ini kami umumkan lewat Pos Kupang sehingga tercetak dan anak - anak bisa pegang sebagai bukti kelulusan mereka" katanya.

Sebagai kepala sekolah, Rm. Amanche mengatakan, pihak sekolah akan membuat agenda pengumuman bersama para guru di sekolah.

"Kami di sini juga akan membuat agenda pengumuman dengan bapak ibu gur, kami berdoa dan setelah itu umumkan secara simbolis saja. Kami juga akan berfoto, membuat video sederhana dan kami share" ujarnya.

Saat pandemi dimulai, kata Rm. Amanche, pembelajaran mereka tinggal 3 minggu atau sekitar 21 hari efektif sehingga waktu mulai pandemi kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk kelas 9 dihentikan dan meminta siswa tetap siap untuk menjaga kemungkinan jika ada ujian online dari Dinas P dan K.

"Tapi kami tetap buat ujiam sekolah secara online hanya untuk 3 mata pelajaran yakni Agama, IPS dan PKn" ujarnya.

"Kita buat karena materinya banyak lalu karena memang bapa ibu guru 3 mata pelajaran ini mau menambah nilai untuk beberapa penilaian terus kita buat juga dengan maksud supaya sekolah tetap terhubung dengan anak - anak. Dan anak - anak kita pastikan untuk tetap semangat belajar" sambungnya.

Ia mengaku bersyukur karena para siswa sudah melalui proses belajar selama 3 tahun di SMPK St. Yoseph, Naikoten.

"Kami bersyukur anak - anak sudah berproses selama 3 tahun di tempat ini dengan gembira dan meminta anak - anak tetap semangat supaya mereka bisa melanjutkan ke SMA dengan baik" katanya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved